Siapa yang tidak tahu produk-produk dari Apple? Brand besar yang didirikan oleh Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Wayne pada April 1976. Produk awal Apple adalah iMac, komputer pintar yang dirilis pada tahun 1998. Namun, produk ini justru sepi peminat dan membawa perusahan Apple ke sebuah posisi yang tidak baik. Kemudian pada tahun 2001, Apple menemukan celah untuk membuat perusahaannya membaik. Disaat semua orang mendengarkan musik menggunakan kaset, CD, dan era emas Walkman, Apple membuat inovasi pemutar musik digital yang dinamakan iPod. Inovasi ini membuat Apple menjadi perusahaan retail musik terbesar pada waktu itu. Dengan nama besarnya, pada tahun 2007 Apple merilis ponsel pintar yang dinamakan dengan iPhone. Dua tahun kemudian, pada tahun 2010 Apple merilis produknya yang dinamakan iPad. Banyak orang yang merasa bahwa produk ini tidak berguna. Empat tahun kemudian iPad justru menjadi idola orang-orang dan berhasil menguasai pasar komputer tablet. Di tahun yang sama Apple merilis produk terbaru yang dinamakan Apple Watch bersamaan dengan dirilisnya iPhone 6. Hingga saat ini lima basis produk Apple itu sudah mengalami pengembangan yang luar biasa.
Produk-produk Apple dikenal dengan harganya yang mahal. Hal ini dijelaskan oleh CEO Apple, Tim Cook, bahwa Apple selalu mengutamakan kualitas di atas harga. Apple tidak ingin menekan biaya produksi yang secara otomatis akan mengurangi kualitasnya. Dengan harga yang sesuai, Apple akan membuat produk yang terbaik. Konsistensi inilah yang membuat penggemar Apple selalu menabung untuk membeli produk terbaru dari Apple yang dirilis setiap tahun. Pada tahun 2022, kapitalisasi pasar Apple mencapai 2.787 Triliun US Dollar. Turun dari tahun sebelumnya yang sempat menyentuh angka 2.901 Triliun US Dollar.
Dengan pangsa pasar dan produksi yang sangat besar, tentu Apple memiliki masalah besar terkait dengan limbah elektronik yang dihasilkan. Pada tahun 2019, Apple menghasilkan sampah elektronik sekitar 50 juta metrik ton. Oleh karena itu, Apple memiliki produk yang dinamakan “Certified Refurbished Product” yang berarti barang rekondisi yang diproduksi resmi oleh Apple. Seperti yang kita tahu, banyak produk yang mengalami gagal fungsi atau kerusakan saat digunakan oleh pengguna. Produk itu kemudian dikirim ke service center. Tidak jarang pengguna itu mendapatkan unit pengganti baru. Disinilah Apple memanfaatkan kesempatan untuk merekondisi produk tersebut dan menjualnya dengan harga lebih murah.
Sebagai contoh, Macbook pro M1 13,3 inch refurbished dengan memori sebesar 1TB SSD dibanderol dengan harga 1.609 US Dollar atau sekitar Rp 22.956.568 dengan nilai tukar 14.267,6. Sedangkan produk baru dengan spesifikasi yang sama dibanderol dengan harga 1.899 US Dollar atau sekitar Rp 27.094.172. Apple memberi klaim bahwa “Certified Refurbished Product”nya sama seperti produk baru dan Apple memberi garansi selama satu tahun.
Studi kasus dari Apple ini menarik sekali untuk dijadikan diskusi bagaimana sebuah perusahaan bisa menciptakan keberlanjutan dari produk yang dihasilkan. Selain menghemat budget, kita juga bisa turut serta dalam menyelamatkan lingkungan. Apple juga memiliki misi yang besar dalam kelestarian lingkungan, yaitu menjadi perusahan yang netral karbon pada tahun 2030, yang berarti bahwa setiap produk yang dihasilkannya akan memiliki dampak nol terhadap lingkungan sebagai bagian dari ekonomi sirkular.
Sumber:
https://www.newsweek.com/steve-jobs-unveils-imac-169734
https://www.thenationalnews.com/business/the-age-of-the-ipod-is-about-to-end-1.496814
https://www.verizon.com/articles/brief-history-of-apple-watch/
https://www.thecoldwire.com/why-is-apple-so-expensive/
https://companiesmarketcap.com/apple/marketcap/
https://globuswarwick.com/2021/01/21/the-e-waste-problem-a-case-study-of-apple/
https://www.apple.com/shop/refurbished
Penulis: Angger Bagas Pralambang, marketing & branding enthusiast.