Bento88 – Faye Hasian Simanjuntak, membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk menciptakan perubahan di dunia. Faye lahir pada 10 April 2002 dan dididik dalam keluarga yang peduli dengan isu kemanusiaan. Keluarganya seringkali terlibat dalam program sosial yang berfokus pada anak-anak dan perempuan. Saat Faye berumur 8 tahun, dia sudah melakukan kegiatan fund raising untuk korban letusan Gunung Merapi tahun 2010.
Pada usia 11 tahun, Faye bersama ibunya berhasil mendirikan Yayasan Anak Perempuan dengan tujuan melindungi anak-anak dari kedua kejahatan tersebut. Yayasan ini bertekad untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya perdagangan manusia dan kekerasan seksual pada anak-anak dan perempuan.
Ketertarikan Faye terhadap isu perdagangan manusia dan anak-anak dimulai saat ia duduk di bangku kelas 5 SD. Hal ini dimulai ketika Faye diberikan tugas oleh gurunya untuk membuat makalah tentang isu sosial. Tugas tersebut semakin memperdalam pengertian Faye tentang isu ini. “Saya belajar tentang perdagangan anak ketika masih duduk di kelas 5. Kala itu, sekolah membahas tentang keadilan sosial dan dalam hal itu, saya mempelajari tentang perdagangan manusia. Setelah pulang ke rumah, saya ingin tahu lebih banyak tentang hal ini,” ucap Faye dalam TEDx Talks berjudul ‘Popping Your Child Trafficking Bubbles’ yang diunggah di YouTube.
Kesungguhan Faye dalam menyuarakan isu anak dan perdagangan manusia mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari berbagai negara. Pada tahun 2017, ia menjadi salah satu dari tiga finalis teratas untuk penghargaan tahunan dari Belanda, yaitu ‘International Children’s Peace Prize’ yang diselenggarakan oleh Kids Rights. Pada tahun 2018, Faye masuk dalam daftar “50 Asians to watch” untuk kategori sosial versi The Straits Times Singapura bersama dengan Joey Alexander dan Brian Imanuel mewakili Indonesia. Tahun 2019, Faye menjadi bagian dari kampanye stop perdagangan anak dari MTV Asia melalui program Generation Change. Bahkan di tahun 2020, Faye meraih dua penghargaan sebagai anak muda berpengaruh versi Forbes Indonesia 30 Under 30 (kategori Social Entrepreneur & Philantrophy) dan salah satu anak muda yang memimpin versi Gen.T List 2020 untuk kategori Philantrophy & Charity.
Faye adalah contoh nyata bahwa usia dan latar belakang bukanlah halangan untuk melakukan perubahan. Dengan motivasi dan tekad yang kuat serta dukungan dari orang-orang terdekat, kita semua dapat melakukan sesuatu untuk menciptakan dampak inklusivitas di dunia ini. Bergabunglah dengan Dampak Sosial Indonesia di Instagram @dampaksosial.id dan bergeraklah bersama!
Sumber: