PENERAPAN GAYA HIDUP ZERO WASTE SEBAGAI UPAYA MENYELAMATKAN LINGKUNGAN

PENERAPAN GAYA HIDUP ZERO WASTE SEBAGAI UPAYA MENYELAMATKAN LINGKUNGAN

PENERAPAN GAYA HIDUP ZERO WASTE SEBAGAI UPAYA MENYELAMATKAN LINGKUNGAN 870 580 Dampak Sosial

Kata ‘Zero Waste’ mungkin terdengar agak mustahil untuk beberapa kalangan masyarakat saat ini. Reaksi yang sering kita dengar adalah “nggak mungkin kita bisa hidup tanpa menghasilkan sampah” “gimana mau hidup bebas dari sampah, makan aja bisa menghasilkan sampah”. Memang betul saat ini kita tidak dapat lepas dari yang namanya sampah, terlebih di zaman modern ini mendorong manusia untuk jadi lebih konsumtif yang berakibat sampah jadi menggunung, karena tidak semua sampah yang dibuang langsung terurai.

Is Bodybuilding a Sport? fat burner australia 25% off bodybuilding alpha-lion products (best coupon 2020)

Pada tahun 2020 berdasarkan data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 67,8 juta ton. 37,3% sampah berasal dari aktivitas rumah tangga dan 39,8% sampah berasal dari sisa makanan yang kita konsumsi. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa kita menyumbang sampah terbanyak dari aktivitas kita sehari hari.

Zero Waste merupakan sebuah gerakan untuk menyelamatkan lingkungan dengan meminimalisir produksi sampah melalui penerapan 3R yaitu reuse, reduce, dan recycle. Gerakan zero waste menantang kita untuk mengevaluasi gaya hidup kita untuk melihat dampak negatif terhadap lingkungan dari apa yang sudah kita konsumsi.

Menerapkan gerakan 3R sebenarnya tidak terlalu sulit tetapi yang menjadi masalah adalah tidak ada kemauan untuk memulai. Sebagai contoh ada beberapa kegiatan yang sangat sederhana dan mudah untuk menjadi langkah awal kita menuju zero waste yaitu :

  • Mengganti tisu dengan kain lap atau sapu tangan
  • Menggunakan tas belanja sendiri ketika berbelanja ke supermarket
  • Membawa wadah makanan sendiri ketika membeli makan take away
  • Memakai clodi untuk bayi sebagai pengganti popok sekali pakai

Contoh diatas merupakan hal-hal praktis dan sederhana yang sangat bermanfaat untuk mengurangi sampah sehari-hari dan sangat membantu menyelamatkan lingkungan. Masih banyak lagi hal kecil, mudah, dan sederhana yang dapat kita lakukan untuk memulai gerakan zero waste. Kuncinya adalah berani memulai.

Dengan mengimplementasikan gaya hidup zero waste tentunya akan memberikan banyak manfaat yang baik untuk lingkungan sekitar dalam skala individu maupun masyarakat, antara lain adalah :

  • Menghemat pengeluaran

Dengan kita menerapkan gaya hidup zero waste, maka akan mengurangi frekuensi berbelanja kita

  • Meningkatkan Kesehatan

Kita tidak lagi mengkonsumsi makanan instan dalam kemasan dan beralih ke makanan yang tidak instan seperti sayuran dan buah

  • Mendukung upaya mengatasi pemanasan global

Dengan menerapkan gaya hidup zero waste kita turut mengurangi dampak pemanasan global. Mengapa demikian? Karena kita tidak mengkonsumsi makanan cepat saji. Pasalnya menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), makanan cepat saji berkontribusi terhadap 42% total emisi gas di dunia.

Menerapkan gaya hidup zero waste adalah sebuah langkah awal untuk menyelamatkan lingkungan kita yang pada akhirnya akan kita wariskan kepada anak cucu kita kelak. Menjalankan gaya hidup ini tidak selalu harus sempurna yang penting adalah konsisten dalam menjalani nya dan jangan mudah untuk putus asa. Jadi mulai aja dulu karena ini merupakan sebuah langkah kecil yang berdampak sangat besar untuk lingkungan.

Sumber :

https://aliansizerowaste.id/2020/09/11/anak-muda-dan-zero-waste-dari-perubahan-gaya-hidup-hingga-kebijakan/

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/06/17/105239620/gaya-hidup-zero-waste-untuk-menyelamatkan-lingkungan?page=all

https://bemfib.uns.ac.id/index.php/2021/06/02/zero-waste-atau-less-waste/

https://mrriinn.medium.com/mengenal-zero-waste-gaya-hidup-bebas-sampah-peduli-lingkungan-d8e56b3be6e3

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/07/29/mayoritas-sampah-nasional-dari-aktivitas-rumah-tangga-pada-2020

https://unsplash.com/photos/nCPpMv69m1s 

 

Penulis: Muhammad Imam Farouqi