“With Great Power Comes Great Responsibility”
Benjamin Parker
Benjamin Parker, atau yang biasa di kenal sebagai paman dari Spiderman, mengatakan pepatah di atas untuk menggambarkan pentingnya menjaga sebuah tanggung jawab atas segala perilaku kita. Hal ini dikarenakan segala perilaku kita pastilah berdampak kepada lingkungan sekitar kita. Mungkin pepatah di atas tidak akan menjadi permasalahan apabila dampak yang ditimbulkan hanyalah dampak positif, tetapi jika yang timbul adalah dampak negatif tentu akan menimbulkan sebuah masalah. Oleh karena itu sangat diperlukan suatu sistem pertanggungjawaban untuk menjaga lingkungan sekitar dari dampak negatif yang disebabkan oleh segala perilaku kita. Apalagi, kalau apa yang kita lakukan sangat berpengaruh terhadap orang banyak, seperti halnya influencer sosial media.
Influencer social media adalah pekerjaan yang baru muncul di era modern ini. Mereka biasanya adalah public figure yang menjadi entertainment bagi masyarakat luas. Kategori influencer ini akan dibagi-bagi sesuai dengan konten yang mereka tonjolkan ke publik, seperti halnya memasak, model, motivasi, komedi, ataupun hal-hal yang tidak lazim seperti mukbang, yaitu jenis konten yang memperlihatkan seseorang ataupun grup yang memakan makanan banyak sekaligus. Influencer tadi memasarkan konten-konten mereka di berbagai kanal sosial media yang ada di internet seperti Facebook, Youtube, Instagram, Twitter dan lain-lain.
Berdasarkan data dari InfluencerDB (2019), dari media sosial Instagram saja, ada 500.000 orang yang menjadi influencer dan jumlah ini terus meningkat. Hal ini disinyalir karena pendapatan para influencer yang tidak sedikit. Pada tahun 2020, youtuber Felix Kjellberg (Pewdiepie) dan Logan Paul mendapatkan pendapatan sebesar 12.5 Juta dollar (Wondershare, 2020). Kenaikan jumlah dan munculnya influencer–influencer juga menyebabkan banyaknya kontroversi di dunia maya atau pun dunia nyata.
Pada awal tahun 2018, Logan Paul, seorang vlogger di youtube yang memiliki 15 juta subscriber saat itu, membuat kontroversi di kanal youtube miliknya. Logan Paul membuat video mengenai “Suicide Forrest” yang ada di Aokigahara, Jepang. Yang menjadi tambahan permasalahan adalah kehebohan Logan Paul saat menemukan mayat di hutan itu dan memvideokannya seolah itu adalah hal yang sangat menarik. Video ini tentu saja langsung dikecam oleh tidak hanya orang jepang, namun juga seluruh dunia.
Kasus kontroversi lain juga ada yang datang dari Indonesia, yaitu kasus Indira Kalista. Youtuber yang memiliki jumlah subscriber sekitar 3 juta ini mengutarakan pendapatnya akan corona di salah satu kanal Youtube influencer lain. Indira mengatakan bahwa ia santai saja dan tidak begitu memerdulikan pandemi covid-19 ini. Walaupun pernyataan ini diklarifikasi sebagai ketidaksengajaan, hal ini tetap dikecam oleh tidak hanya tenaga kesehatan di Indonesia, namun juga berbagai influencer lain seperti Dokter Tirta di akun Instagram miliknya.
Dalam kedua kasus ini, jika mereka bukan influencer, maka dampak yang ditimbulkan tidak akan besar. Namun, bayangkan jika kedua influencer ini, yang memiliki banyak pengikut, akhirnya dapat mempengaruhi orang lain untuk melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan. Tentu saja hal ini akan menjadi snowball effect yang akan suatu masalah yang lebih besar lagi di masa depan.
Pada akhirnya, kedua kasus ini akhirnya dijadikan sebagai contoh oleh masyarakat sebagai bentuk pemaknaan dari pepatah paman dari spiderman yang telah disebutkan sebelumnya. Bahwa setiap tanggung jawab, yang diartikan sebagai social influence, datang sebuah tanggung jawab besar. Dimana mereka tidak dapat berbuat sesuka hati dan apabila dampak negatif sudah terlanjur menyebar, harus ada sebuah langkah yang dilakukan untuk menanggulangi dampak negatif tersebut.
Dari segi perusahaan, proses penanggung jawaban akan dampak negatif yang ditimbulkan telah dilakukan pada program corporate social responsibility (CSR). CSR menanggulagi dampak negatif yang dilakukan perusahaan dengan melakukan berbagai kegiatan seperti pemberian dana sosial, pendidikan, seminar edukasi, dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Para influencer pun juga sebenarnya sudah banyak melakukan hal ini, walaupun terkadang masih banyak yang kurang mengerti akan pentingnya social responsibility.
Banyak yang mengasosiasikan social responsibility dengan giveaways yang dilakukan para influencer. Namun hal ini sedikit berbeda dari penangangan social responsibility yang baik. Social responsibility yang baik adalah penanganan dampak negatif yang dilakukan oleh suatu entitas untuk memperbaiki masalah nyata yang ada. Sedangkan, giveaways yang dilakukan oleh influencer adalah salah satu cara mereka untuk menambah jumlah likes, comments, ataupun followers mereka pribadi. Walaupun benar salah satu kegunaan penganganan social responsibility adalah untuk mempertahankan engagement dari entitas dengan masyarakat dan konsumen, yang pada akhirnya memberikan profit kepada perusahaan, namun kegiatan giveaways hanya terlihat sebagai kampanye pemasaran biasa tanpa memperdulikan social responsibility yang mereka tanggung.
Contoh social responsibility yang baik oleh influencer dapat dilihat dari Mr. Beast, seorang youtuber, yang menginisiasi penanaman 20 juta pohon dengan timnya yang bernama #TeamTrees. Dengan momentum perayaan jumlah subscribernya yang telah mencapai 20 juta, ia menginisiasi gerakan #TeamTrees ini dikarenakan banyaknya kegiatan negatif yang telah ia lakukan di masa lalu. Mr Beast mengaku bahwa sebelumnya ia juga bukan masyarakat yang sangat peduli dengan lingkungan dengan konten-konten youtube-nya di masa lalu. Akan tetapi ia akhirnya sadar dan mengajak orang-orang untuk turut membantu suksesnya program #TeamTress. Mark Robber, partner Mr. Beast dalam program #TeamTrees, juga menambahkan bahwa kondisi bumi juga sudah tidak baik, oleh karena itu manusia sebagai makluk yang bertanggung jawab atas kerusakan bumi juga harus dapat memperbaikinya. Tanggapan komunitas youtube mengenai hal ini sangat positif sampai akhirnya banyak sekali influencer lain yang ikut turut membantu pelaksanaan kegiatan penanaman pohon ini. Bahkan pada akhirnya, kegiatan ini berjalan sangat sukses dan #TeamTrees berhasil menanam lebih dari 20 juta pohon.
Akhir kata, diperlukan gerakan-gerakan lain seperti yang telah dilakukan Mr. Beast dalam penanganan social responsibility. Bukan hanya untuk profit, namun juga sebagai bentuk penanganan secara real masalah yang mereka sebabkan dari kegiatan yang telah mereka lakukan.
Referensi
Hellenkemper, M., 2020. State Of The Industry – Influencer Marketing In 2019 | The Influencer Marketing Blog. [online] The Influencer Marketing Blog. Available at: <https://influencerdb.com/blog/state-of-the-industry-influencer-marketing-2019/> [Accessed 7 July 2020].
Brown, L., 2020. Richest Youtubers In 2020. [online] Filmora.wondershare.com. Available at: <https://filmora.wondershare.com/vlogger/top-wealthiest-youtubers.html> [Accessed 7 July 2020].
Febriani, H., 2020. Dokter Tirta Ajak Influencer Bersatu Lawan Corona, Indira Kalistha Beri Tanggapan. [online]Pikiran Rakyat. Available at: <https://www.pikiran-rakyat.com/entertainment/pr-01386920/dokter-tirta-ajak-influencer-bersatu-lawan-corona-indira-kalistha-beri-tanggapan> [Accessed 7 July 2020].
BBC News. 2020. Youtube Punishes Star Over Suicide Video. [online] Available at: <https://www.bbc.com/news/world-asia-42644321> [Accessed 7 July 2020].
Donaldson, J., 2020. Planting 20,000,000 Trees, My Biggest Project Ever!. Available at: <https://www.youtube.com/watch?v=HPJKxAhLw5I> [Accessed 7 July 2020].