Categories: Insight

Program CSR pada Masa Pandemi Covid-19

Share

Program CSR perlu peninjauan lebih kembali terkait angka penyebaran Covid-19 yang meningkat. Tahap krusial dalam menerapkan program terletak pada fase rencana implementasi. Rencana implementasi merupakan instrumen manajemen proyek yang digunakan untuk memfasilitasi pelaksanaan rencana strategis perusahaan atau proyek melalui pembuatan rincian langkah-langkah kecil berisi garis, matriks, waktu, tim, dan sumber daya yang akan diperlukan. 

Langkah Umum Rencana Implementasi Program CSR

  1. Kembangkan Penelitian dan Penemuan
    • Identifikasi hal-hal yang Anda perlukan dengan membuat daftar tujuan yang ingin dicapai.
    • Luangkan waktu untuk melakukan wawancara dengan pemangku kepentingan, mitra utama, pelanggan, dan anggota tim untuk menentukan tugas yang harus diprioritaskan.
    • Kumpulkan dan gunakan data sebagai bukti primer maupun sekunder.
  2. Lakukan Pemetaan Asumsi dan Resiko:
    • Dalam langkah ini, penelitian dan penemuan dikembangkan dengan memperkirakan kemungkinan negatif dan positif. Misalnya, cuti berbayar, kehilangan personel, ketidakstabilan pasar, dan instrumen yang diperlukan untuk melakukan perbaikan sebelum program dilaksanakan.
    • Setiap orang yang terlibat sebaiknya fleksibel dan adaptif.
    • Berkolaborasi dengan pihak internal dan eksternal organisasi atau instansi akan memaksimalkan hasil akhir.
  3. Tetapkan Tanggung Jawab:
    • Seorang kepala proyek perlu mendelegasikan tugas, memobilisasi sistem kerja, memastikan produktivitas tim berjalan searah dengan tujuan, dan sebagainya.
    • Gunakan bantuan perangkat lunak untuk menggambarkan tugas dan rencana terperinci.
    • Pastikan bahwa proses implementasi tidak terjadi secara linier. Loop umpan balik dapat digunakan untuk memantau kinerja seluruh level. Dukungan visual membantu proses penangkapan materi dengan cepat.
  4. Tentukan Aktivitas:
    • Pembaharuan terkait aktivitas tim perlu dilakukan berulang kali untuk melacak, memantau, dan melaporkan kemajuan dari penerapan program.
    • Anda perlu mengumpulkan seluruh anggota tim untuk mendorong komunikasi terbuka.

Kualitas dari perencanaan terkandung dalam ide yang dihasilkan. Tiga inovasi program yang dapat direalisasikan pada masa pandemi berupa:

  1. Ekowisata Pandemi COVID-19 meredupkan eksistensi pariwisata. Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memprediksi perubahan minat pengembangan pariwisata di Indonesia, yang mulanya berorientasi pada mass tourism menjadi ecotourism. Pemerintah telah bergerak pada pengembangan ekowisata di Indonesia. Beberapa model aktivitas yang disukai berupa kegiatan wisata berbasis alam atau outdoor, dan adventure yang berpeluang besar, seperti, trekking, snorkeling, dan diving. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Manparekraf) yakin bahwa sektor pariwisata Indonesia pada tahun 2021 akan rebound secara bertahap (staging) setelah COVID-19 berakhir.Alokasi CSR ke dalam sektor pariwisata mengurangi angka pengangguran pekerja seni dan pekerjaan terikat lain yang berkaitan dengan pariwisata. Untuk menghindari segmentasi yang tidak tepat, perusahaan harus merencanakan program dengan memetakan sosial (social mapping). Beberapa pilihan program terkait bisa meliputi, pengembangan pemberdayaan desa setempat, perjalanan destinasi virtual, pemberian fasilitas penelitian mahasiswa dan dosen dalam mempersiapkan ekowisata daerah tertentu, dan lomba-lomba terkait pariwisata (misalnya, videografi dan fotografi wisata).
  2. Memfasilitasi Pengembangan UMKMProgram CSR (Corporate Social Responsibility) dapat direalisasikan dalam berbagai pola, seperti community development, peningkatan kapasitas, promosi produk, permodalan bagi Usaha Mikro dan Kecil. Program pemberdayaan pelaku UMKM juga bisa meliputi pelatihan inovasi packaging, inovasi branding, inovasi produk, dan penampilan produk. Kolaborasi perusahaan dengan UMKM berpotensi untuk menghasilkan rantai pasok strategis, dan mengurangi kesenjangan sosial-ekonomi. Perusahaan perlu memberikan dukungan penuh bagi UMKM yang berhasil membuat produk unggul dan berkolaborasi sebagai mitra kerja. Sinergitas kerjasama ini telah banyak dilakukan di luar negeri. Pola kemitraan diharapkan mampu mengalihkan teknologi dan manajemen dari perusahaan besar ke dalam sektor yang lebih kecil. Praktik ini masih dianggap “win-win solution” dalam bentuk pola apapun, baik pola sub-kontrak, waralaba, inti-plasma, dan sebagainya.
  3. Program EdukasiKementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah memberikan bantuan keringanan biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) untuk meringankan pekerjaan orang tua mahasiswa yang terdampak COVID-19. Selayaknya Program Beasiswa Mahasiswa Cerdas yang diselenggarakan oleh BAZIS Provinsi DKI Jakarta untuk 50 mahasiswa DKI Jakarta yang berprestasi dan mengalami kesulitan finansial, perusahaan dapat melakukan hal serupa. Pemberian beasiswa kepada mahasiswa maupun siswa masih menarik perhatian khalayak umum. Program pengembangan siswa, mahasiswa, guru, maupun dosen melalui pelatihan capacity building dapat menjadi opsi lain dari inovasi program edukasi. Misalnya, Cyber Security Professional Development Workshop yang diadakan oleh InfraDigital Foundation dan Dampak Sosial Indonesia, memberikan pelatihan bersertifikasi kepada siswa dan lulusan SMK di Indonesia untuk siap berkompetisi dalam dunia kerja.

 

Sumber:

Admin

Published by
Admin

Recent Posts

Program Fasilitator Dampak Sosial Jadi Wadah Belajar Baru Bagi Pemuda

Pengaruh COVID-19 terhadap pertumbuhan kualitas sumber daya manusia (capacity building) semakin meningkat seiring dengan perubahan…

2 minggu ago

Core Competencies Sebagai Topik Pembuka Pelatihan FDS

Sabtu, 16 Oktober 2021 merupakan pekan pertama dari Pelatihan Fasilitator Dampak Sosial (FDS). FDS adalah…

2 minggu ago

Pembangunan Program CSR Berbasis SIA

Pembangunan Program CSR berbasis SIA? Proses pengelolaan adaptif dan dari kebijakan program, rencana, dan proyek…

3 bulan ago

3 Metode Jitu Mencapai Keberhasilan Pemetaan Sosial

Implementasi pengembangan program CSR dapat bermacam-macam. Namun dalam tahap asesmen, perusahaan perlu menggunakan metode dan…

3 bulan ago

Optimalisasi Desa Wisata dengan Participatory Rural Appraisal (PRA)

Partisipasi masih menjadi metode yang efektif untuk mempercepat pertumbuhan desa wisata. PRA (Participatory Rural Appraisal)…

3 bulan ago

Dampak Sosial Berkolaborasi Dalam Program Cybersecurity Training

Dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2021, diketahui bahwa jumlah angkatan kerja Indonesia…

3 bulan ago