Dilansir dari Kompas.com, kondisi pandemi Covid-19 saat ini menyebabkan Indonesia berada dalam ancaman resesi. Resesi merupakan penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, yang diakibatkan oleh produk domestik bruto (PDB) negatif, tingkat pengangguran yang meningkat, penjualan ritel menurun, berubahnya ukuran pendapatan dan lainnya.
Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), PDB Indonesia pada kuartal II tahun 2020 berada di angka minus 5,32 persen. Indonesia akan mengalami resesi apabila pada kuartal selanjutnya, pertumbuhan Indonesia berada di angka minus. Pemerintah pun berupaya mencegah resesi dengan mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal III. Melansir dari tempo.com, upaya yang dilakukan pemerintah, di antaranya:
- Belanja besar-besaran. Upaya ini dilakukan agar permintaan dalam negeri dapat meningkar dan dunia usaha tergerak untuk melakukan investasi. Pemerintah berusaha agar program belanja tersebut cepat, efektif dan tepat sasaran bagi penerima bantuan. Anggaran belanja yang dialokasikan pemerintah terdiri dari belanja kesehatan, perlindungan sosial dan insentif usaha.
- Pembentukan komite penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Adanya komite tersebut diharapkan mampu menangani kesehatatan dan ekonomi sampai pada kondisi pulih. Alokasi fiskal akan terus dikeluarkan dalam pemulihan kondisi ekonomi selama sektor kesehatan belum selesai.
- Program bantuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Semenjak Covid-19 melanda Indonesia, UMKM menjadi salah satu sektor yang tedampak. Maka, pemerintah berupaya memberikan stimulus terhadap sektor UMKM dengan mengeluarkan kebijakan restrukturasi dan subsidi bunga kredit UMKM.
- Penjaminan kredit modal kerja untuk korporasi. Dalam rangka pemulihan ekonomi, pemerintah meluncurkan program penjaminan kepada korporasi padat karya. Hal ini dikarenakan sektor padat karya banyak memperkerjakan pekerja. Fasilitas penjaminan modal ditujukan kepada pelaku usaha korporasi yang memiliki usaha berorientasi ekspor atau padat karya dengan karyawan minimal berjumlah 300 orang. Pelaku usaha juga tidak termasuk dalam kategori BUMN dan UMKM.
Pemulihan pertumbuhan ekonomi Indonesia bukanlah jalan mulus. 4 upaya dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah membutuhkan usaha dan strategi agar upaya tersebut dapat efektif, tepat sasaran dan berdampak baik bagi penerima bantuan. Berdasarkan upaya yang dipaparkan, diketahui bahwa pentingnya sektor usaha dalam pemulihan pertumbuhan ekonomi Indonesia agar menuju angka positif pada kuartal III 2020 dan seterusnya.
Berdasarkan katadata.co.id, setelah diterapkannya the new normal guna memulihkan perekonomian Indonesia, konsumsi masyarakat Indonesia belum pulih seutuhnya, termasuk konsumsi pada produk UMKM. Dengan demikian, pemerintah berusaha untuk meningkatkan daya beli masyarakat melalui penambahan stimulis pada UMKM, korporasi padat karya dan perlindungan sosial.
Dalam pemulihan pertumbuhan ekonomi, juga dibutuhkan upaya bersama dalam menjaga dunia usaha sehingga mampu meningkatkan daya beli masyarakat dan lainnya.
Perusahaan dan organisasi yang tidak terdampak Covid-19 dapat berupaya bersama dalam memulihkan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini. Corporate Social Responsibility (CSR) bisa menjadi salah satu instumen yang digunakan untuk membantu sektor usaha, 3 di antaranya yaitu warung kelontong, UMKM dan korporasi padat karya. CSR yang dijalankan, diharapkan tidak hanya bersifat konsumtif, melainkan juga bersifat produktif.
Peningkatan di sektor usaha seperti warung kelontong, UMKM dan korporasi padat karya, selain mendapatkan suntikan dana CSR untuk memajukan usaha, perlu dilakukan pula peningkatan kualitas dan kemampuan pekerja atau pun pemiliknya, sehingga mampu berinovasi baik dari segi inovasi produk, manajemen usaha, branding, pemanfaatan sosial media, digital marketing dan lainnya. Hal ini bertujuan pula dalam peningkatan daya beli masyarakat.
Mewujudkan CSR yang berdampak baik bagi penerima CSR dan bersifat berkelanjutan, diperlukan pengelolaan program CSR yang sangat baik dan strategis. Dampak Sosial Indonesia, selaku konsultan CSR hadir untuk membantu perusahaan dan organisasi yang tidak terlalu terdampak Covid-19 dalam mengelola CSR dan mengimplementasikan aktivitas CSR guna meningkatkan kualitas warung kelontong, UMKM atau korporasi pada karya, baik dari segi kualitas usaha, pemasaran, sumber daya manusia, maupun lainnya.
Menjaga Indonesia dari resesi diperlukan upaya bersama, termasuk dalam menjaga dunia usaha. Mari bangkit bersama dengan Dampak Sosial Indonesia, agar CSR berdampak baik dan berkelanjutan dan mampu mengatasi permasalahan yang terjadi di kondisi pandemi Covid-19 ini.
Source:
Kompas.com. 2020. Indonesia di Tengah Ancaman Resesi, Ini Peluang Bisnis yang Bisa Dilakukan. https://www.kompas.com/tren/read/2020/08/09/142300165/indonesia-di-tengah-ancaman-resesi-ini-peluang-bisnis-yang-bisa-dilakukan?page=all [Diunduh pada 12 Agustus 2020]
Katadata.co.id. 2020. Belanja Pemerintah Jadi Kunci Cegah Indonesia Masuk Resesi. https://katadata.co.id/agungjatmiko/finansial/5f30ed2c4a1db/belanja-pemerintah-jadi-kunci-cegah-indonesia-masuk-resesi [Diunduh pada 12 Agustus 2020]
Katadata.co.id. 2020. Jungkir Balik Pemerintah Pacu Konsumsi demi Cegah Resesi. https://katadata.co.id/muhammadridhoi/indepth/5f28b3ef90e08/jungkir-balik-pemerintah-pacu-konsumsi-demi-cegah-resesi [Diunduh pada 12 Agustus 2020]
Katadata.co.id. 2020. Upaya Bersama Menjaga UMKM Selama Pandemi Covid-19. https://katadata.co.id/ariemega/berita/5f311b15b4e2e/upaya-bersama-menjaga-umkm-selama-pandemi-covid-19 [Diunduh pada 12 Agustus 2020]