Kemarin, tanggal 17 Agustus, adalah sebuah hari yang sakral bagi masyarakat di Indonesia. Di hari itu, 75 tahun yang lalu, Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, membacakan teks proklamasi yang akhirnya menjadikan Indonesia negara merdeka setelah beratus-ratus tahun lamanya. Perayaan hari kemerdekaan hingga saat ini dimeriahkan dengan berbagai macam lomba dan pesta. Mulai dari lomba panjat pinang, makan kerupuk, hingga konser dangdutan pun diselenggarakan di berbagai daerah. Walaupun begitu, dengan sorak sorai keramaian soal kemederkaan ini, masih banyak orang yang memiliki pandangan bahwa Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Salah satunya adalah nilai kemerdekaan finansial yang selama ini mungkin belum di rasakan banyak orang.
Makna Nilai Kemerdekaan Finansial
Kemerdekaan menurut KBBI berasal dari kata merdeka yang berarti bebas. Kemerdekaan lalu didefinisikan sebagai kebebasan, dimana hal yang dilakukan tidak terikat oleh suatu kendala apapun. Jika dimasukkan konteks finansial, kemerdekaan finansial dapat diartikan sebagai kondisi dimana keadaan finansial kita tidak terganggu. Gampangnya, keadaan ini dapat diraih apabila kita dapat membeli barang atau jasa apapun tanpa memerhatikan keadaan finansial kita saat itu.
Istilah kemerdekaan finansial terlihat populer di kalangan milenial. Hal ini dapat dilihat dari gaya hidup mereka yang memiliki konsumsi cukup banyak dan beragam. Bagi para milenial, kemerdekaan finansial adalah tujuan hidup mereka yang harus dicapai. Walaupun begitu, masih banyak dari para milenial ini yang cukup kesulitan mengatur keuangannya, sehingga keadaan kemerdekaan finansial susah sekali didapatkan.
Cara Untuk Mendapatkan Kemerdekaan Finansial
Dilansir dari Koinworks.com, setidaknya ada lima hal yang menjadi cara untuk mendapatkan kemerdekaan finansial. Adapun cara-caranya adalah sebagai berikut :
- Susun Rencana Anggaran Rutin
Walaupun nanti pada akhirnya kita akan bebas dari segala macam keteraturan yang rutin, namun untuk memulai menjadi merdeka secara finansial, susunan anggaran yang jelas tentu diperlukan. Dana akan dibagi menjadi dana darurat, dana tabungan, dana konsumsi pokok, dana tagihan, dan berbagai dana lainnya yang sesuai dengan kebutuhan.
- Menyisihkan Dana Darurat
Dana darurat adalah dana yang dikumpulkan untuk sebuah bencana yang tidak diketahui dan berada di masa depan. Penggunaan dana darurat ini haruslah dalam keadaan yang benar-benar darurat seperti sakit atau rusaknya barang pokok yang kita miliki. Selain dari dua hal tadi, dana darurat tidak boleh dipakai. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir resiko yang ada di masa depan, sehingga probabilitas kebebasan yang didapat juga lebih besar.
- Memiliki Tujuan Keuangan yang Spesifik
Untuk mendapat kebebasan finansial, maka setiap kegiatan finansial juga harus memiliki tujuan yang jelas. Misalnya untuk membeli rumah dalam beberapa tahun kedepan, maka kegiatan finansial juga harus mendukung tujuan terkait, seperti halnya menabung dan berinvestasi dalam hitungan tertentu dalam sebulan.
- Berinvestasi Sejak Dini
Tujuan berinvestasi, selain untuk mendapatkan profit, namun juga untuk menyelamatkan uang yang kita miliki dari inflasi yang semakin naik tiap tahunnya. Metode berinvestasi di era modern ini juga sudah banyak dan beragam. Dari perangkat smartphone saja, investor sudah dapat melakukan jual beli saham.
- Membatasi Utang Konsumtif
Utang konsumtif sebisa mungkin dihindari untuk mendapatkan kebebasan finansial. Hal ini dikaitkan dengan mengurangi konsumsi yang kurang penting demi mencapai kebebasan finansial di masa yang akan datang. Apalagi jika konsumsi ini hingga mengharuskan untuk berhutang.
Kebebasan Finansial Perusahaan
Jika kita kontekskan dalam ruang lingkup perusahaan, kebebasan finansial ini hampir tidak mungkin untuk dilakukan, dikarenakan pastinya perusahaan memiliki kegiatan dan kebutuhan yang lebih beragam dari segi personal. Namun, keadaan yang paling mendekati kebebasan finansial dari segi perusahaan ini adalah dalam hal pengaturan jumlah utang yang didapat dari rasio leverage perusahaan. Semakin kecil leverage perusahaan, dapat dikatakan bahwa perusahaan bebas dari hutang. Contoh lain juga dapat dikaitkan dengan pengurangan dana investor dalam perusahaan. Dengan mengurangi dana investor, perusahaan dapat dikatakan lebih mandiri dan mendekati kebebasan finansial perusahaan.
Yang perlu diperhatikan adalah perusahaan yang sedang berusaha mencapai ataupun yang sudah mencapai tingkat kebebasan finansial tidak lepas dari tanggung jawab sosial mereka ke lingkungan sekitar. Dampak Sosial Indonesia dapat membantu perusahaan pengelolaan CSR yang berdampak besar ke lingkungan, namun juga tidak mengganggu tujuan perusahaan untuk kemerdekaan finansial.
Referensi :
https://koinworks.com/blog/merdeka-finansial-kebiasaan/ [Diakses pada 18 Agustus 2020]