Fesyen Berkelanjutan untuk Arah Mode yang Lebih Beretika

Fesyen Berkelanjutan untuk Arah Mode yang Lebih Beretika

Fesyen Berkelanjutan untuk Arah Mode yang Lebih Beretika 500 333 Dampak Sosial

Pernahkah kamu berbelanja dan menemukan produk-produk pakaian yang ingin kamu beli bertuliskan sustainable fashion? Apa yang terlintas dalam pikiranmu ketika pertama melihat atau mendengar istilah tersebut? Sudahkah kamu tergabung dalam gerakan ini? Jika belum, semoga setelah membaca artikel ini, kamu menjadi salah satu followernya ya.

Sebelum masuk pada penjelasan sustainable fashion, akan lebih baik jika kita berangkat dari istilah fast fashion terlebih dahulu yang menjadi kekhawatiran bagi para pekerja industri fesyen dan pegiat lingkungan hingga kemudian mengusung tema sustainable fashion. Menurut Stanton dalam The Good Trade, fast fashioPernahkah kamu berbelanja dan menemukan produk-produk pakaian yang ingin kamu beli bertuliskan sustainable fashion? Apa yang terlintas dalam pikiranmu ketika pertama melihat atau mendengar istilah tersebut?n dapat diartikan sebagai metode desain, manufaktur, dan pemasaran yang berfokus pada produksi pakaian dalam jumlah besar dan cepat. Produksi garmen menggunakan replikasi trend dan bahan berkualitas rendah (seperti kain sintetis) untuk menghadirkan gaya yang murah kepada publik.

Semakin pesatnya kemajuan internet diikuti dengan kemunculan berbagai e-commerce, menyediakan banyak pilihan fashion trend dengan harga murah sangat mempermudah proses berbelanja masyarakat masa kini dan turut memperlaju metode fast fashion. Sayangnya, tidak semua masyarakat teredukasi dengan baik dan paham akan bahaya yang ditimbulkan oleh fast fashion. Dikutip dari  Hirschfeld dalam bbc.com (2020), pakaian menyumbang 20% limbah air dan 10% dari emisi karbon dioksida di planet kita, bayangkan jika jumlah produksi fast fashion masih sama bahkan meningkat setiap tahunnya, maka apa yang akan terjadi pada 2050 mendatang? Perlu diketahui juga bahwa kurang dari 1% dari limbah tersebut yang dapat didaur ulang menjadi serat pakaian baru (Pucker dalam HBR, 2020). 

Selain itu, pada tahun 2013 silam terjadi beberapa peristiwa kelam pada industri fesyen yang mengundang perhatian dunia. Dikutip dari International Labour Organization (ILO), pusat pabrik tekstil terbesar di Bangladesh, Rana Plaza runtuh hingga menewaskan 1.132 orang dan lebih dari 2.500 orang mengalami luka-luka. Lima tahun kemudian disusul oleh kebakaran pabrik tekstil di Dhaka merengut 112 nyawa para pekerja pabrik tersebut. Setelah adanya dua kejadian kelam ini, tidak kurang dari 109 kecelakaan dan insiden yang terjadi dalam lingkup industri mode. Tanpa adanya sistem pengawasan ketenagakerjaan dan penegakan hukum yang tepat, pekerjaan yang layak dan kehidupan yang bermartabat masih jauh dari kenyataan bagi sebagian besar pekerja di industri tekstil dan keluarganya.

 

Sumber gambar: https://www.cam.ac.uk/ 

Runtutan tragedi tersebut, menjadi titik balik diperkenalkannya praktik fesyen yang berkelanjutan (sustainable fashion) yang mementingkan nilai-nilai dari berbagai pihak yang terlibat di dalamnya, khususnya lingkungan dan kemanusiaan (Zero Waste Indonesia, 2019). Secara lebih lanjut, peduli terhadap bentuk fesyen apapun, baik dari gaya hidup pribadi hingga ranah bisnis dapat mensejahterakan dan menekan kerugian seminimal mungkin. 

Selama 10 tahun terakhir, semakin banyak produsen pakaian yang tergabung dalam gerakan fesyen berkelanjutan, diimplementasikan mulai dari proses produksi, pemasaran, hingga distribusi pakaian yang mereka jual. Para desainer pun terus berinovasi menciptakan pakaian dengan kualitas baik menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Selain itu, kini tidak sulit bagi kita untuk menemukan barang-barang yang masih dalam kondisi prima yang dijual di pasar barang bekas sehingga “thrifting” kembali menjadi trend di masyarakat.

Bagaimana, sampai sini sudah semakin paham yaa dengan istilah “sustainable fashion”? Dikutip dari Zero Waste Indonesia (2019), kamu dapat berpartisipasi dalam gerakan ini dengan mengadopsi langkah-langkah berikut:

  1. Langkah dasar dan paling sederhana, kamu dapat merawat pakaian yang sudah dimiliki. Jaga pakaianmu agar memiliki umur yang lebih panjang menjadi hal utama dari praktik fesyen berkelanjutan.
  2. Tempatkan opsi membeli pakaian baru di paling akhir. Jika ingin mengikuti trend mode saat ini, kamu dapat membuat hirarki pembelian kebutuhan dengan cara: memakai pakaian yang sudah ada, pinjam, tukar, sewa, beli bekas, buat, dan beli.
  3. Investasikan uang Anda untuk membeli pakaian yang berkualitas. Ada harga dan kualitas. Menabung untuk membeli pakaian dengan harga mahal tentu lebih baik jika dapat memberikan efek nyaman saat digunakan dan usia yang lebih panjang.
  4. Memilih bahan pakaian yang ramah lingkungan seperti, katun dan linen daripada nilon dan spandek yang terbuat dari unsur plastik. Selain kurang nyaman digunakan, ketika dicuci, pakaian berbahan plastik akan mengeluarkan serat-serat mikro yang berbahaya bagi alam dan makhluk hidup. 
  5. Kenali merek-merek yang memproduksi pakaian ramah lingkungan yang biasanya mengadopsi konsep slow fashion dan sangat memperhatikan kesejahteraan para pegawai mereka. Merek ini tidak memproduksi pakaian dalam jumlah banyak, tetapi sangat menjaga kualitas pakaian yang mereka keluarkan. Beberapa dari brand internasional yang sudah mengusung konsep sustainable fashion, yaitu H&M Conscious, Levi’s, Columbia. Sedangkan dari lokal brand sudah ada Seratus Kapas, Kana Goods, Hlaii, Cinta Bumi dan Biasa.

Jika belum bisa menerapkan kelima langkah di atas, kamu boleh banget melakukannya secara bertahap. Setiap perubahan kecil yang kamu lakukan sangat berarti bagi bumi. Jika dilakukan secara bersama-sama, maka akan memberikan dampak yang luar biasa baik untuk menjaga kelestarian bumi.

Referensi:

https://hbr.org/2022/01/the-myth-of-sustainable-fashion 

https://www.ilo.org/global/topics/geip/WCMS_614394/lang–en/index.htm

https://www.thegoodtrade.com/features/what-is-fast-fashion#:~:text=Fast%20fashion%20is%20a%20design,inexpensive%20styles%20to%20the%20public. 

https://zerowaste.id/zero-waste-fashion/apa-itu-fesyen-berkelanjutan-sustainable-fashion/ 

https://unsplash.com/photos/dlxLGIy-2VU 

—-

Artikel ini ditulis oleh Eureka Arifiani, seseorang yang sedang mencoba untuk lebih peduli pada pakaian-pakaian yang ia miliki saat ini dan yang akan dimiliki kelak. Melalui tulisan ini, ia ingin mengajak orang-orang yang membacanya untuk lebih aware terhadap dampak baik yang dapat kita berikan kepada bumi.