Sepak Bola adalah salah satu olahraga yang selain diminati banyak orang, namun juga memiliki kepopuleran yang sangat tinggi. Mulai dari ajang piala dunia, liga regional, liga lokal, hingga liga desa pun memiliki penggemarnya masing-masing. Namun, sedikit dari penggemar sepak bola ini tahu, bahwa ada keterkaitan yang sangat besar antara cabang olaharaga ini dengan kegiatan Corporate Social Responbility (CSR).
CSR dalam dunia Sepak Bola
Dalam 10 tahun ke belakang, Fédération Internationale de Football Association (FIFA), Union of European Football Associations (UEFA), European Club Association (ECA), serta berbagai liga di dunia mulai memperhatikan kepentingan CSR dalam budget anggaran kegiatan mereka. Pada tahun 2016, ECA memberikan laporan bahwa budget CSR klub-klub mereka bisa mencapai lebih dari 500.000 Euro (sekitar 8 miliar Rupiah) dalam sekali kegiatannya. Sedangkan untuk penyalurannya, klub-klub tadi menargetkan untuk memberikan CSR kepada kegiatan yang memberikan dampak di Kota sebesar 78%, Regional sebesar 55%, Nasional sebesar 23%, dan Internasional sebesar 17%. Kegiatan yang dilakukan kebanyakan adalah seputar penanaman nilai integrasi, edukasi, serta kesehatan. Dari data ini dapat disimpulkan bahwa
Hubungan Sepak Bola dan CSR
Alasan kegiatan-kegiatan CSR ini sangat dipentingkan oleh berbagai macam klub di liga-liga seluruh dunia dibahas oleh Jurnal Corporate social responsibility (CSR) in football (Zeimers et all, 2019). Setidaknya ada tiga alasan mengapa CSR dianggap penting.
Pertama, hal ini dikarenakan peningkatan komersialisasi sepak bola dan turunannya (Beech and Chadwick, 2013). Praktik-praktik tidak illegal yang muncul dari komersialisasi sepak bola, seperti halnya judi bola, suap, dan match-fixing, akhirnya dapat menjadi perhatian masyarakat. Liga-liga sepak bola harus melakukan sesuatu untuk mengkontra hal buruk ini dengan kegiatan-kegiatan yang baik dan bermanfaat bagi lingkungan.
Alasan kedua berhubungan dengan kuatnya koneksi antara klub sepak bola dengan stakeholder-nya (Breitbarth and Harris, 2008). Koneksi ini mendorong dibentuknya sebuah kegiatan yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi pihak-pihak yang menjadi stakeholder. Hal ini juga salah satu hal yang mendasari penempatan budget untuk CSR pada tingkat kota sangatlah besar, melihat banyak klub di berbagai liga mewakili kota mereka masing-masing.
Alasan yang terakhir adalah dikarenakan industri sepak bola saat ini dijadikan kekuatan media untuk mengalahkan kerusakan alam. Olahraga sebagai salah satu bentuk kehidupan yang sehat, dijadikan sebagai suatu counter bagi perilaku yang tidak sehat dan merusak alam. Sepak bola yang menjadi salah satu cabang olahraga akhirnya menjadi kekuatan media yang citranya tidak boleh turun. Sehingga, sepak bola harus selalu terlihat selalu baik dan ramah lingkungan di mata publik.
Dari tiga hal di atas ditemukanlah sebuah solusi, bahwa CSR adalah bentuk jawaban dari segala permasalahan yang dialami oleh industri sepak bola.
Konsultasi CSR Demi Sepak Bola yang Lebih Baik
Walaupun hampir semua pihak di industri sepak bola ini mengerti akan pentingnya CSR dalam kegiatannya. Namun, mungkin masih banyak program CSR mereka yang belum tepat sasaran dan menjawab permasalahan yang mereka sedang alami. Dibutuhkan suatu konsultasi lebih lanjut mengenai pemanfaatan dana CSR yang mereka keluarkan tiap tahunnya, apalagi jika kegiatan yang dilakukan menggunakan dana yang relatif besar.
Dampak Sosial Indonesia, hadir untuk menjawab permasalahan ini. Dengan program pemetaan sosial, asistensi dalam implementasi program, serta pengukuran dampak di akhir kegiatan menjadikan kegiatan CSR yang dilakukan akan sesuai target dan terukur.
Referensi :
Zeimers, Géraldine & Anagnostopoulos, Christos & Zintz, Thierry & Willem, Annick. (2019). Corporate social responsibility (CSR) in football. Exploring modes of CSR implementation..
Panton, Mark. (2012). Football and Corporate Social Responsibility. Birkbeck Sport Business Centre Research Paper Series.
Beech, J. and Chadwick, S. (2013). The Business of sport management. Pearson Education Limited
Breitbarth, T. and Harris, P. (2008) The role of corporate social responsibility in the football business: Towards the development of a conceptual model. European Sport Management Quarterly, 8(2), 179–206.