Program Fasilitator Dampak Sosial Jadi Wadah Belajar Baru Bagi Pemuda

Program Fasilitator Dampak Sosial Jadi Wadah Belajar Baru Bagi Pemuda

Program Fasilitator Dampak Sosial Jadi Wadah Belajar Baru Bagi Pemuda 924 616 Dampak Sosial

Pengaruh COVID-19 terhadap pertumbuhan kualitas sumber daya manusia (capacity building) semakin meningkat seiring dengan perubahan paradigma baru. Dengan adanya dalih banyaknya waktu senggang di rumah saja, para aktivator organisasi menciptakan kegiatan-kegiatan daring, seperti training, kelas peningkatan kompetensi, dan webinar. Kunci kegiatan terletak pada respon partisipan. Fasilitasi masih diyakini menjadi metode yang efektif bagi organisasi untuk mengarahkan individu atau kelompok untuk mencapai dan meningkatkan pemahaman yang lebih baik. Pertanyaan mendasar yang perlu dijawab ialah berapa persen tingkat pemahaman seorang fasil terhadap pengetahuan fasilitasi.

Dampak Sosial Indonesia berkomitmen dalam mengakselerasi kemajuan Indonesia. Kini bentuk komitmen tersebut tertuang dalam program Fasilitator Dampak Sosial Indonesia. Program ini mempersiapkan masyarakat Indonesia rentang usia 18-30 tahun untuk menjadi pendamping organisasi sosial, kegiatan masyarakat, dan inisiatif sosial lainnya. Syarat utama menjadi fasilitator Dampak Sosial Indonesia adalah memiliki ketertarikan untuk melakukan perubahan di lingkungannya. Metode program tertuang dalam bentuk kegiatan pelatihan dengan sesi pemaparan materi yang diselenggarakan melalui aplikasi video conference.

Para agen perubahan ini akan mendapatkan sesi materi bersama dengan narasumber dan moderator. Uji pemahaman peserta terukur melalui nilai penugasan dan kuis. Peserta juga diberikan wadah untuk mengelola proyek lapangan sesuai dengan spesialisasi peserta. Mekanisme pelaksanaan proyek diumumkan ketika sesi materi berlangsung. Fasilitator dituntut untuk memahami perubahan paradigma dan fenomena yang terjadi di Indonesia. Isu-isu yang bersifat disruptive diharapkan dapat terpecahkan melalui kegiatan ini.Program fasilitator Dampak Sosial Indonesia mengangkat delapan tema utama, yaitu social impact; SDG’s; theory U; system thinking; theory of change; design thinking; stakeholder management; facilitation skill; monitoring dan evaluasi. Kegiatan dioptimalkan pada hari Sabtu dan Minggu.

Keseruan lainnya semakin terlihat ketika peserta mengajukan pertanyaan terkait proyek atau program yang relevan dengan materi. Artinya, peserta tidak hanya menerima ilmu, melainkan juga menemukan kasus-kasus yang berkaitan dengan teori. Diharapkan para peserta dapat mengambil keputusan berdasarkan pengalaman peserta lain dan rincian materi yang dibawakan narasumber. Dampak yang dirasakan akan tetap dilanjutkan melalui aksi open recruitment program Fasilitator Dampak Sosial Indonesia batch 3.