Categories: Impact Stories

Program CSR Siap Kerja Melalui Professional Development Workshop

Share

Peningkatan COVID-19 telah membendung aktivitas normal yang semestinya, khususnya pekerjaan. Dampak Sosial Indonesia x InfraDigital mengadakan program CSR siap kerja yaitu Professional Development Workshop untuk lulusan SMK di Indonesia.

Berdasarkan “Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional”, sebesar 2.033.421 jiwa telah terkonfirmasi sebagai pasien COVID-19 sejak kasus pertama hingga 23 Juni 2021. Menariknya, kenaikan jumlah ini tidak diiringi dengan kenaikan tingkat pengangguran terbuka (TPT). Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada bulan Februari 2020, angka pengangguran meningkat menjadi 4,94 persen, dengan perubahan kenaikan pada bulan Agustus 2020 menjadi 7,07 persen. Sejak Februari 2021 silam, angka ini menurun 0,81 persen, dengan total jumlah pengangguran terbuka di Indonesia sebesar 6,26 persen.

Pemberdayaan Masyarakat Menjadi Upaya Jitu untuk Menekan Angka Pengangguran

Upaya penurunan tingkat pengangguran akibat COVID-19 memerlukan dukungan dan kontribusi pemerintah, komunitas, dan seluruh lapisan masyarakat. Dalam kasus ini, pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi pengangguran.

Sejalan dengan landasan tiga langkah strategis yang ditetapkan oleh Kementrian Tenaga Kerja pada tahun 2019, konsep Triple Skilling yang mencakup skilling, upskilling dan reskilling mempersiapkan angkatan kerja muda memasuki era industri 4.0.

Melalui pemberdayaan masyarakat, diharapkan kelompok-kelompok sosial tertentu dapat bertumbuh dan terlibat aktif dalam menggerakan pemberdayaan kelompok sosial lainnya. Hal ini menjadikan salah satu bentuk contoh program CSR yang bisa dilakukan perusahaan. InfraDigital Foundation hadir bersama dengan Dampak Sosial Indonesia melalui program CSR  untuk menginisiasi upaya penekanan angka pengangguran dengan mempersiapkan para lulusan SMK dalam memasuki dunia kerja.

Kolaborasi Program CSR siap kerja dalam Program Cybersecurity Professional Development Workshop

Cybersecurity Training Program merupakan program Mastercard Academy 2.0 yang memberikan beasiswa penuh berupa pelatihan dan sertifikasi internasional dalam bidang Cyber Security kepada peserta yang lolos kualifikasi. Program Cyber Security Professional Development Workshop ditujukan bagi lulusan SMK di Indonesia yang memiliki latar belakang di bidang teknologi informasi. Workshop ini diharapkan dapat membantu meningkatkan keterampilan peserta dalam mempersiapkan dunia kerja dan memberikan kesempatan yang berkaitan dengan karir yang relevan. 

Kolaborasi antara Dampak Sosial Indonesia dengan InfraDigital Foundation melalui program CSR siap kerja ini diharapkan dapat memenuhi skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja, khususnya keterampilan cyber security. Sejumlah 916 peserta aktif telah lolos dalam kualifikasi pre-test kemampuan teknis, yang kemudian diwajibkan untuk mengikuti serangkaian proses workshop.

Mengingat tujuan utama ialah untuk memaksimalkan pemberdayaan masyarakat, maka program diselenggarakan  secara gratis. Selain peningkatan kapasitas diri melalui serangkaian acara, peserta juga diberikan tunjangan biaya kuota, merchandise, dan giveaway.

Setiap peserta dalam program Cyber Security Professional Development Workshop Batch Two, diwajibkan untuk menghadiri dua tema besar, sebagai berikut ini:

  • Program Orientasi

Program yang diselenggarakan pada 19 Juni 2021, dihadiri oleh 700 peserta. Dalam program orientasi, peserta diberikan arahan untuk memahami tujuan, manfaat, alur, teknis pelatihan, dan hasil output yang diharapkan dalam pelatihan ini. Peserta akan dibagi ke dalam beberapa grup yang dimobilisasi oleh beberapa mentor atau fasilitator. Untuk mendapatkan sertifikasi cybersecurity, peserta juga harus menempuh placement test. Platform yang digunakan untuk belajar mengajar mengenai cyber security adalah ADINUSA.

  • Sesi Induksi (Induction Session)

Dalam sesi induksi peserta dibagi ke dalam tiga kelas yang dibawakan oleh pemateri Ivan Ahda, Angesty Putri, Mharta Adji. Sesi ini mengangkat dua tema besar, yakni River of Life dan Ikigai. Dengan menggunakan metode lecturing, diskusi aktif dengan Leader Group Discussion, peserta dibimbing agar mampu memahami dirinya dan keinginannya dalam berkarir. Pada sesi River of Life, sejumlah 713 peserta yang hadir digiring ke dalam sub kelompok untuk memahami pemaparan materi tentang river of life, dan mempraktekkan secara langsung pembuatan river of life.Para fasilitator mendukung penyampaian insight river of life yang telah terjadi dan mereka alami dalam hidupnya. Demikian pula pada sesi Ikigai, peserta diberikan pemaparan, praktek, dan insight yang didapatkan pada materi Ikigai. Serangkaian sesi induksi yang dilaksanakan secara daring, ditindaklanjuti dengan penugasan. 

Dalam hal ini, rangkaian Cybersecurity Training Programs menajamkan materi dan soft skills, serta menumbuhkan motivasi siswa SMK untuk mengikuti training hingga selesai. Program ini juga akan dimaksimalkan dengan workshop pelatihan persiapan kerja, dan webinar karir cybersecurity.

 

Sumber: 

BPS.go.id. (2021, 5 Mei). Februari 2021: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,26 persen. Diakses pada 23 Juni 2021, dari https://www.bps.go.id/pressrelease/2021/05/05/1815/februari-2021–tingkat-pengangguran-terbuka–tpt–sebesar-6-26-persen.html.

Covid19.go.id. (2021, 23 Juni). Pasien Sembuh Terus Meningkat Mencapai 1.817.303 Orang. Diakses pada 23 Juni 2021, dari https://covid19.go.id/berita/pasien-sembuh-terus-meningkat-mencapai-1817303-orang.

Dhakiri, M.H., (2019) Kebijakan Upskilling dan Reskilling Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Kompetensi Era Industri. Buku diakses pada 23 Juni 2021, dari https://docplayer.info/143981024-Kebijakan-upskilling-dan-reskilling-tenaga-kerja-sesuai-kebutuhan-kompetensi-era-industri-m-hanif-dhakiri-menteri-ketenagakerjaan-ri.html.

Admin

Recent Posts

Program Fasilitator Dampak Sosial Jadi Wadah Belajar Baru Bagi Pemuda

Pengaruh COVID-19 terhadap pertumbuhan kualitas sumber daya manusia (capacity building) semakin meningkat seiring dengan perubahan…

2 minggu ago

Core Competencies Sebagai Topik Pembuka Pelatihan FDS

Sabtu, 16 Oktober 2021 merupakan pekan pertama dari Pelatihan Fasilitator Dampak Sosial (FDS). FDS adalah…

2 minggu ago

Pembangunan Program CSR Berbasis SIA

Pembangunan Program CSR berbasis SIA? Proses pengelolaan adaptif dan dari kebijakan program, rencana, dan proyek…

3 bulan ago

3 Metode Jitu Mencapai Keberhasilan Pemetaan Sosial

Implementasi pengembangan program CSR dapat bermacam-macam. Namun dalam tahap asesmen, perusahaan perlu menggunakan metode dan…

3 bulan ago

Optimalisasi Desa Wisata dengan Participatory Rural Appraisal (PRA)

Partisipasi masih menjadi metode yang efektif untuk mempercepat pertumbuhan desa wisata. PRA (Participatory Rural Appraisal)…

3 bulan ago

Dampak Sosial Berkolaborasi Dalam Program Cybersecurity Training

Dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2021, diketahui bahwa jumlah angkatan kerja Indonesia…

3 bulan ago