Kampus Merdeka, Saat Mahasiswa Berkontribusi Nyata

Kampus Merdeka, Saat Mahasiswa Berkontribusi Nyata

Kampus Merdeka, Saat Mahasiswa Berkontribusi Nyata 924 616 Dampak Sosial

Program Magang Kampus Merdeka adalah sebuah program yang lebih dari sekedar jargon. Kata “Kampus Merdeka” memberikan pesan pada kita semua bahwa ruang kelas tidak berbatas sekat-sekat gedung fakultas, namun lebih dari itu, program ini adalah wujud nyata berpadunya ilmu dan realita lapangan. Di ruang kelas, seringkali kita mendapati konsep atau teori yang berada pada kondisi ideal —ceteris paribus, namun di luar kelas kita akan mendapati betapa pemahaman akan konsep tanpa memahami realitas lapangan hanya membuat kita babak belur.

Program Magang Kampus Merdeka yang dirancang oleh Yayasan Dampak Sosial Indonesia bersama dengan Jaringan Semua Murid Semua Guru adalah sebuah upaya kami untuk memberikan sedikit gambaran tentang realita lapangan yang terjadi pada sebuah program intervensi yang berbasis urban community development.

Umumnya, program community development banyak dilakukan di daerah-daerah pedesaan atau rural, sedikit sekali referensi yang dapat kita temukan untuk program pengembangan masyarakat di daerah perkotaan. Padahal, kompleksitas masalah yang terjadi di daerah perkotaan juga tidak kalah menantang jika dibandingkan dengan daerah pedesaan. Kami melihat, permasalahan sampah adalah salah satu hal yang paling terlihat di perkotaan, khususnya DKI Jakarta. 

Bersama dengan tujuh pemagang dari berbagai macam daerah di Indonesia yang memiliki energi tidak ada habisnya selama program; Wini, Ibra, Aan, Dhea, Rara, Raran, dan Kintan, kami saling belajar untuk memecahkan masalah sampah yang ada di perkotaan. Pada program ini, kami melakukan kolaborasi bersama Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta, Program Jakarta Sadar Sampah, dan juga Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Kami melakukan intervensi tentang edukasi masyarakat Jakarta tentang pengelolaan sampah melalui konten edukasi di sosial media hingga melakukan aksi turun lapang, bertemu dengan masyarakat langsung di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. 

Bersama dengan pemagang, program ini berhasil meningkatkan secara signifikan pengikut akun @jakartasadarsampah sebesar 75% sejak awal program melalui lebih dari 50 konten yang diproduksi oleh tim pemagang. Kemudian, rekan-rekan pemagang juga membangun kolaborasi aktif dengan komunitas dan organisasi yang concern terhadap isu lingkungan yakni Kertabumi, Sobat Air Jakarta, @surplusindonesia, dan beberapa komunitas lainnya. Dan yang paling menakjubkan, di tengah pandemi seperti ini, mereka sangat bersemangat untuk turun langsung ke masyarakat dan membantu Dinas Lingkungan Hidup untuk mengedukasi masyarakat mengenai Peraturan Gubernur Nomor 77 tahun 2020 tentang Pemilahan Sampah. Dalam pertemuan dengan warga tersebut ada lebih dari 320 KK yang mendapatkan edukasi dari tim pemagang.