Sejak tahun 2020 pergerakan dan penggunaan media sosial mulai masif dikarenakan adanya persebaran covid-19 yang membuat seluruh aktivitas manusia dipaksa untuk beralih atau transisi dari kegiatan ruang nyata ke ruang maya sebagai sarana utama, atau kerap disebut daring. Hal tersebut berdampak pada berbagai sektor salah satunya pendidikan dan kegiatan sosial yang dipaksa harus memutar situasi dan ide inovasi untuk situasi baru yang dihadapi agar program yang sudah dilaksanakan sebelumnya dapat terus berjalan, salah satunya program sosial awareness atau sosialisasi yang beralih ke media internet dengan segala pemanfaatannnya.
Jika kita kilas balik sebelum adanya covid, kampanye kegiatan sosial biasanya dimasifkan di tempat umum seperti acara car free day, acara seminar, visit ke berbagai instansi dan lembaga pendidikan atau menggunakan sarana prasarana umum seperti banner maupun billboard. Namun, metode yang telah disebutkan tidak dapat lagi dipakai berkenaan dengan situasi tersebut, kampanye kegiatan sosial akhirnya beralih seluruhnya ke dunia internet seperti pemanfaatan instagram, twitter, linkedin, maupun tiktok. Tantangan terbesar dari transisi tersebut adalah memikirkan capaian audiens yang dapat menerima dan mengetahui kampanye yang tengah diselenggarakan mengikuti pola algoritma masing-masing platform agar tujuan yang ingin dicapai dapat tepat sampai ke target pembaca maupun penonton di ruang maya.
3 hal yang dapat diperhatikan ketika membuat campaign sosial di dunia maya:
1. Menentukan target audiens
Pada asalnya kampanye merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk menarik minat seseorang terhadap sesuatu, dalam hal ini adalah kegiatan sosial. Pengguna media sosial yang memiliki ragam latar belakang membuat kita harus menyesuaikan diri dengan target yang ingin dituju, contohnya adalah mahasiswa, pelajar, ataupun pekerja. Menyesuaikan dalam hal tersebut adalah bagaimana kita dapat menciptakan muatan kalimat maupun design visual yang menarik sesuai dengan targetnya.
2. Membuat konten kampanye yang menarik dan sesuai Tujuan
Untuk tercapainya target dan tujuan dari suatu kampanye maka konten yang akan dipublikasikan harus menarik minat pembaca dengan menentukan diksi, design, dan konsep. Selain itu, dalam menciptakan kampanye yang berkaitan dengan kegiatan sosial diharapkan dapat sesuai dengan 17 SDGs agar tercapainya kesetaraan dan kesejahteraan yang berkelanjutan dari sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sektor lainnya.
3. Memperhatikan Referensi Konten Campaign
Selain menarik minat audiens, muatan konten kampanye juga perlu memperhatikan referensi atau sumber yang dipakai dalam suatu konsep, agar muatan informasi yang disampaikan dapat dipercaya, terjamin, dan berkualitas.
Wah gimana Sobat DSI? Menarik banget kan bagaimana social media saat ini menjadi platform baru untuk melakukan sosialisasi atau kampanye dan jangkauannya juga sangat luas jika dibandingkan dengan metode campaign yang konvensional dan sedikit jangkauannya. Untuk terus dapat insight baru dari Dampak Sosial Indonesia, jangan lupa untuk terus pantengin instagram DSI dan jangan lupa untuk share ke teman-teman kamu, ya!
Referensi: Competing on Social Purpose (hbr.org)
Penulis: Zhafiratuz Zuhriyyah Zarnuji