Implementasi pengembangan program CSR dapat bermacam-macam. Namun dalam tahap asesmen, perusahaan perlu menggunakan metode dan teknik pemetaan sosial dengan tepat. Terdapat tiga jenis metode dan teknik pemetaan sosial yang dikemukakan oleh LCC, (1977), Suharto (1997), dan World Bank (2002), berupa survey formal, pemantauan cepat (rapid appraisal) dan metode partisipatoris (participatory method).
- Survey Formal
Metode survey formal termasuk ke dalam pendekatan penelitian makro-kualitatif (Suharto, 1997) yang dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi standar dari sampel orang atau rumah tangga hasil seleksi secara hati-hati. Survey biasanya mengumpulkan informasi yang dapat dibandingkan mengenai sejumlah orang yang relatif banyak pada kelompok sasaran tertentu. Beberapa metode survey formal antara-lain:- Survey Rumah Tangga Beragam-Topik (Multi-Topic Household Survey): Survey ini merupakan suatu cara pengumpulan data mengenai berbagai aspek standar hidup secara terintegrasi, seperti pengeluaran, komposisi rumah tangga, pendidikan, kesehatan, pekerjaan, fertilitas, gizi, tabungan, kegiatan pertanian dan sumber-sumber pendapatan lainnya. Metode ini juga sering disebut sebagai Survey Pengukuran Standar Hidup atau Living Standards Measurement Survey (LSMS).
- Kuesioner Indikator Kesejahteraan Inti (Core Welfare Indicators Questionnaire atau CWIQ): Survey ini meneliti perubahan-perubahan indikator sosial, seperti akses, penggunaan, dan kepuasan terhadap pelayanan sosial dan ekonomi. Metode kuesioner dinilai paling cepat dan efektif untuk mengetahui rancangan kegiatan pelayanan bagi orang-orang miskin dan memonitor keberhasilan suatu kegiatan. Sebuah hasil awal dari survey ini umumnya dapat diperoleh dalam waktu 30 hari.
- Survey Kepuasan Klien (Client Satisfaction Survey): Survey ini disebut sebagai service delivery survey yang digunakan untuk meneliti efektifitas atau keberhasilan pelayanan pemerintah berdasarkan pengalaman atau aspirasi klien (penerima pelayanan), mampu mendeteksi hambatan-hambatan yang dihadapi penerima pelayanan dalam memperoleh pelayanan publik, mengetahui pandangan seseorang mengenai kualitas pelayanan, dan kepekaan petugas-petugas pemerintah.
- Kartu Laporan Penduduk (Citizen Report Cards): Metode ini hampir serupa dengan Survey Kepuasan Klien, dengan perbedaan fokus utama ialah meneliti tingkat korupsi yang ditemukan oleh penduduk biasa. Teknik ini biasa digunakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang kemudian dipublikasikan secara luas dan dipetakan sesuai dengan tingkat dan wilayah geografis.
- Laporan Statistik: Pemetaan sosial juga bisa didapatkan melalui laporan statistik mengenai masalah sosial seperti jumlah orang miskin, desa tertinggal, status gizi, tingkat buta huruf, dll. biasanya dilakukan dan dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan data sensus.
- Pemantauan Cepat
Metode ini termasuk dalam pendekatan penelitian mikro-kualitatif (Suharto, 1997) yang mencakup pandangan dan masukan dari populasi sasaran dan stakeholders lainnya mengenai kondisi geografis dan sosial ekonomi. Metode ini sering digunakan karena sifatnya yang cepat dan murah dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan. Jenis metode ini meliputi:- Wawancara Informan Kunci (Key Informant Interview): Wawancara bersifat kualitatif, mendalam dan semi-terstruktur. Informasi didapatkan dengan memberikan pertanyaan terbuka kepada individu tertentu yang dianggap memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai topik atau keadaan di wilayahnya.
- Diskusi Kelompok Fokus (Focus Group Discussion): Model diskusi ini melibatkan 8-12 anggota dengan latar belakang yang sama untuk menjawab beberapa isu tertentu.
- Wawancara Kelompok Masyarakat (Community Group Interview): Sekelompok anggota masyarakat berkumpul dalam suatu pertemuan terbuka untuk melakukan wawancara dengan serangkaian pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya.
- Pengamatan Langsung (Direct Observation): Data dikumpulkan dengan melakukan kunjungan lapangan atau pengamatan langsung mengenai kondisi geografis, sosial-ekonomi, sumber-sumber yang tersedia, kegiatan program yang sedang berlangsung, interaksi sosial, dll.
- Survey Kecil (Mini-Survey): Survey ini berisikan daftar pertanyaan tertutup yang ditujukan bagi 50-75 orang pada lokasi yang terbatas, seperti klinik, sekolah, balai desa. Pemilihan responden menggunakan teknik acak (random sampling) ataupun sampel bertujuan (purposive sampling).
- Partisipatoris
Metode partisipatoris merupakan proses pengumpulan data yang melibatkan kerjasama aktif antara pengumpul data dan responden. Pertanyaan hanya mencakup garis besar saja sehingga metode ini termasuk dalam pendekatan penelitian mikro-kualitatif (Suharto, 1997). Namun tidak menutup kemungkinan jika pertanyaan akan berkembang sesuai dengan kondisi proses tanya jawab bersama responden. Empat teknik berikut ini akan menunjang kualitas metode partisipatoris:- Penelitian dan Aksi Partisipatoris (Participatory Research and Action): Metode ini terfokus pada proses pertukaran informasi dan pembelajaran antara pengumpul data dan responden dengan memaksimalkan teknik-teknik visual sebagai alat penunjuk pendataan untuk memudahkan masyarakat biasa (bahkan yang buta huruf) berpartisipasi. PRA memiliki banyak sekali teknik, antara lain Lintas Kawasan, Jenjang Pilihan dan Penilaian, Jenjang Matrik Langsung, Diagram Venn, Jenjang Perbandingan Pasangan (Suharto, 1997; 2002; Hikmat, 2001).
- Stakeholder Analysis: Metode ini digunakan untuk menentukan apa masalah dan kebutuhan suatu organisasi, kelompok, atau masyarakat setempat.
- Beneficiary Assessment: Tujuan utama pendekatan ini adalah untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan partisipasi, merancang inisiatif-inisiatif pembangunan, dan menerima masukan-masukan guna memperbaharui sistem dan kualitas pelayanan dan kegiatan pembangunan.
- Monitoring dan Evaluasi Partisipatoris (Participatory Monitoring and Evaluation): Metode ini melibatkan anggota masyarakat dari berbagai tingkatan yang bekerjasama untuk mengumpulkan informasi, mengidentifikasi dan menganalisis masalah, serta melahirkan rekomendasi-rekomendasi.
Sumber: Suharto, E. 1971. Metode dan Teknik Pemetaan Sosial (makalah). Bandung