Dalam mengimplementasikan komitmen CSR, setiap perusahaan memiliki ciri khas masing-masing dan dapat mengimplementasikan dengan cara yang berbeda. Namun, Paul Honhen menyarankan langkah-langkah untuk mengimplementasikan komitmen CSR antara lain:
- Mengembangkan struktur pengambilan keputusan CSR yang terintegrasi
Sangat penting bagi perusahaan untuk menyelaraskan dan mengintegrasikan tujuan CSR dan pengambilan keputusan dengan tujuan dan strategi perusahaan secara keseluruhan, sehingga pertimbangan CSR menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan perusahaan. Beberapa perusahaan mungkin lebih memilih struktur terpusat, yang lain mungkin lebih menginginkan campuran. Hal ini tergantung dengan gaya manajemen perusahaan. Tidak ada cara tunggal untuk mengatur pengambilan keputusan CSR Perusahaan. Struktur pengambilan keputusan ini mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dan tindakan CSR dalam perusahaan.
- Mempersiapkan dan Melaksanakan Rencana Bisnis CSR
Rencana bisnis CSR dapat dijelaskan secara terpisah atau dimasukkan sebagai bagian dari rencana bisnis keseluruhan perusahaan yang ada. Pelaksanaan rencana bisnis CSR mengalir dari strategi dan komitmen CSR perusahaan. Dengan adanya strategi, komitmen, dan struktur pengambilan keputusan, rencana CSR membantu memastikan bahwa hal tersebut diubah menjadi tindakan yang efektif.
- Tetapkan target yang dapat diukur dan identifikasi ukuran kinerja
Untuk mengimplementasikan CSR secara efektif membutuhkan penetapan target terukur. Pendekatan yang banyak digunakan untuk mengukur keberhasilan adalah mengidentifikasikan tujuan yang mendasari komitmen CSR, menngembangkan idikator kinerja, dan membuat metode pengukurannya.
- Libatkan karyawan dan orang lain yang menerima komitmen CSR
Implementasi CSR sebagian besar berada di tangan karyawan dan pihak lainnya yang terlibat yang mampu bertindak sebagai sumber ide dan informasi baru tentang CSR. Oleh karena itu, sangat penting adanya komunikasi yang baik antara manajemen, karyawan, dan pihak yang terlibat mengenai strategi dan implementasi komitmen.
- Merancang dan Melaksanakan Pelatihan CSR
Perusahaan perlu melatih karyawan yang terlibat langsung dalam aktivitas CSR. Ini merupakan komitmen keberlanjutan, karena kebutuhan pelatihan akan berubah seiring dengan berkembangnya isu CSR. Pelatihan yang komprehensif memastikan karyawan memiliki informasi mengenai komitmen, program, dan implementasi CSR Perusahaan.
- Tetapkan Mekanisme untuk Menangani Permasalahan
Deteksi dini aktivitas yang bertentangan dengan prinsip dan komitmen CSR penting agar dapat memproses penyelesaian sedini mungkin. Maka, penting untuk menerapkan mekanisme deteksi masalah. Hal ini dapat dilakukan dengan sistem pelaporan terpadu.
- Buat Rencana Komunikasi Internal dan Eksternal
Informasi tentang komitmen CSR, kegiatan dan pelaporan kinerja harus dikomunikasikan secara jelas, sering, dan terbuka bagi pihak lnternal. Baik melalui buletin, laporan tahunan, komunikasi intranet, rapat, pelatihan atau mekanisme informal, karyawan harus mengetahui bahwa CSR adalah prioritas perusahaan.
- Mempublikasikan Komitmen ke Publik
Agar komitmen CSR menjadi kredibel, komitmen harus dipublikasikan. Rencana komunikasi eksternal yang baik harus dapat mengidentifikasikan kelompok yang perlu mengetahui inisiatif CSR tertentu dan bagaimana pihak tersebut menjangkau dokumen dengan mudah dan menerima salinan dokumen CSR tersebut. Sangat mungkin perusahaan perlu untuk menyesuaikan komunikasi agar sesuai dengan berbagai khalayak.
Sumber :
Honhen, P. (2007). Corporate Social Responsibility An Implementation Guide for Business. Canada: International Institute for Sustainable Development.