The Indonesian Dream

The Indonesian Dream

The Indonesian Dream 700 393 Dampak Sosial

Dian Sastro diundang menjadi narasumber di podcast Thirty Days of Lunch. Dalam podcast tersebut Dian bercerita mengenainya dirinya yang belajar banyak hal di masa pandemi, termasuk tentang inner space, yaitu sebuah jeda untuk diri, baik di kepala maupun badan, bisa melalui me-time, meditasi dan lainnya. Selain itu, Dian Sastro juga bercerita tentang perjalanannya menemukan pekerjaan yang pas untuk dirinya, mulai dari berakting, bekerja di perusahaan konsultan, hingga memutuskan bekerja sebagai producer.

Ada hal menarik yang disebutkan oleh Dian Sastro, yakni mengenai ekonomi Amerika yang mampu berkembang pesat setelah perang dunia II. Hal ini disebabkan salah satunya dengan penerapan konsep The American Dream. Menurutnya, Indonesia bisa mengadopsi konsep dari The American Dream. Tujuannya agar masyarakat Indonesia bisa berbarengan dalam memaknai keinginan masyarakat Indonesia untuk Indonesia yang lebih baik. Lalu, bagaimana sih konsep The American Dream itu?

 

The American Dream

Madeline High (2015) menyebutkan bahwa definisi The American Dream menurut James Truslow Adams yaitu kehidupan semua orang harus lebih baik dan kaya serta penuh kesempatan bagi masing-masing orang sesuai dengan kemampuan dan prestasi yang dimiliki tanpa mengenal kelas sosial atau kondisi lahir.

Konsep The American Dream ini menjadi konsep yang mampu mendorong banyak masyarakat Amerika untuk menciptakan kehidupan yang makmur dan penuh kebahagiaan. Elemen kunci dari The American Dream adalah keyakinan bahwa dengan kerja keras dan ketenangan, siapapun dapat bangkit menjadi sukses secara finansial dan bergerak ke atas dalam status sosial.

Dilansir dari corporatefinanceinstitute.com, konsep The American Dream dimulai pada deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat. Adapun dokumen mengenai deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat digagas oleh para pendiri Amerika. Terdapat banyak versi dari The American Dream, 2 di antaranya yaitu The 19th Century America dan The 20th Century of American Dream.

Informasi yang telah diulas mengenai konsep The American Dream, menggambarkan bahwa Amerika berupaya agar masyarakat Amerika dapat memaknai dan memegang konsep The American Dream dalam hidupnya, sehingga tercapai kehidupan sejahtera, baik dari materi maupun sosial. Namun, bagaimana Indonesia memulai konsep The Indonesian Dream?

 

Cara memulai konsep The Indonesian Dream

Presiden INATA Consulting, Elwin Tobing meluncurkan bukunya yang berjudul “Indonesian Dream: Revitalisasi dan Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa” pada tahun 2018. Buku tersebut merupakan pembaharuan dari bukunya yang berjudul “Indonesia Dream: The Persuit of Winning Nation”. Elwin Tobing berpendapat bahwa Pancasila bukan hanya mengatur ketatanegaraan, tetapi juga dapat menjadi sebuah konsep yang menyangkut cita-cita masyarakat dan bangsa Indonesia serta menjadi sistem nilai untuk mewujudkan cita-cita.

Ketika Pancasila menjadi sebuah konsep yang dipegang masyarakat Indonesia, layaknya masyarakat Amerika yang memegang dan menerapkan The American Dream, maka makna Pancasila bukan hanya sekedar Bhineka Tunggal Ika, melainkan juga impian untuk menjadi manusia yang berdaulat yaitu manusia yang merdeka, berkeadilan dan berpengetahuan.

Dalam pewujudan The Indonesian Dream, dibutuhkan pula komitmen dari pemerintah untuk membahas detail tentang The Indonesian Dream dengan pemaknaan yang berwujud pada kesejahteraan masyarakat tentunya. Namun, masyarakat juga bisa berpartisipasi untuk mengimplementasikan The Indonesian Dream, misalnya dari membuat good content yang mengenalkan Indonesia dan sistem nilainya, menerapkan nilai dan budaya Indonesia secara personal dan lainnya, sehingga masyarakat Indonesia menjadi penggerak, bukan sebagai konsumen semata. Adanya konsep The Indonesian Dream juga mampu meningkatkan perekonomian Indonesia.

Contoh penerapan sebuah konsep layaknya The Amarican Dream, dapat dilihat dari negara Korea, di mana industri musik dan perfilmannya secara implisit terdapat values dan budaya yang dipegang oleh negara Korea, pemerintah Korea pun sangat mendukung hal ini sampai musik dan film Korea mendunia. Pastinya, hal ini menimbulkan reaksi untuk mengonsumsi makanan, memakai pakaian dan make up yang berasal dari Korea, bahkan ingin mengunjungi Korea, sehingga berdampak baik bagi perekonomian Korea.

Berdasarkan contoh tersebut, Indonesia juga bisa mewujudkan The Indonesian Dream, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Perusahaan juga bisa terlibat dan berkontribusi dalam mengimplementasikan The Indonesian Dream, melalui produk seperti makanan, film, musik dan lainnya. Selain itu, corporate social responsibility (CSR) juga bisa menjadi pilihan agar masyarakat Indonesia berdaulat, baik dari ekonomi, karakter dan pengetahuan.

Mewujudkan masyarakat yang berdaulat melalui CSR perlu perencanaan yang matang dan tepat sasaran. Dengan demikian, Dampak Sosial Indonesia, hadir sebagai konsultan CSR yang dapat membantu perusahaan dalam mendesain program CSR sesuai dengan konsep The Indonesian Dream yang terinterpretasi dari Pancasila, sehingga keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia dapat tercapai.

 

Source :

Thirty Days of Lunch. 2020. What’s Your Indonesian Dream. https://www.spotify.com [Diunduh pada 27 Juli 2020]

Madeline High. 2015. The Reality of the American Dream. Xavier Journal of Undergraduate Research: Vol.3, Article 2.

Corporatefinanceinstitute.com. American Dream: Definition, Origin and Historical Phases. https://www.corporatefinanceinstitute.com/resources/knowledge/other/american-dream/ [Diunduh pada 27 Juli 2020]

Bisnis.com. 2018. Indonesian Dream, Buku Tentang Upaya Revitalisasi Pancasila Diluncurkan. [Diunduh pada 27 Juli 2020]