Tentang ambisi
Mayoritas manusia di bumi pasti mempunyai ambisi. Berdasarkan Kamus Bahasa Indonesia (KBBI), definisi dari ambisi ialah keinginan yang besar untuk mencapai sesuatu atau melakukan sesuatu. Dalam realisasinya, ambisi sering dinilai negatif. Hal ini dikarenakan ambisi dapat menjadikan seseorang melupakan hakikat dirinya, melupakan kesehatannya, mengukur pencapaian dari nilai, meremehkan orang lain, bahkan sampai menghalalkan segala cara.
Dampak negatif dari ambisi ini muncul akibat ambisi yang tidak terkelola dengan baik, sehingga ambisi menjadi berlebihan dan mengontrol pemiliknya. Namun, ambisi juga dapat bernilai positif atau berdampak baik dengan merancang tujuan ambisi serta implementasinya, sehingga ambisi dapat menggerakkan seseorang menjadi pembelajar, bertanggung jawab terhadap pekerjaannya, serta berusaha keras mencapai tujuan dengan tidak meremehkan proses dan orang lain.
Lalu bagaimana caranya mencapai tujuan ambisi?
Seni mencapai tujuan ambisi
Tanpa ambisi, hidup akan terasa sepi, dikarenakan miskin pencapaian akan impian dan tujuan, bahkan tidak memeroleh keduanya sama sekali. Perencanaan tujuan dari ambisi pun dapat berakhir sia-sia apabila tidak mengetahui formulanya. Stephen Duneier dalam TEDxTucson menyampaikan tentang “How to Achieve Your Most Ambition Goals”, menurutnya tujuan ambisi itu dapat dicapai dengan 2 cara, yaitu:
Marginal Adjustment
Stephen Duneier dalam TEDxTucson menceritakan tentang perubahan yang terjadi dengan dirinya ketika ia menerapkan marginal adjustment. Penyesuaian marjinal ini merupakan kekuatan 1 persen atau kekuatan tindakan yang dilakukan sedikit tapi konsisten. Menurut Stephen, sifat terus menerus dan majemuk dari banyaknya keputusan yang ditetapkan secara teratur, akan berdampak pada peningkatan, meski peningkatan itu dirasa kecil dalam proses yang dijalani, tetapi peningkatan yang kecil itu akan berdampak besar di hasil akhir nanti.
Marginal adjustment itu membuat Stephen mampu menguasai bahasa German dengan fasih. Ia juga menjadi mahasiswa yang lulus dengan nilai A+ pada program Ekonomi dan Keuangan di salah satu universitas top Amerika, padahal Stephen masuk di kategori siswa sekolah menengah C.
Managable Decision
Stephen mengungkapkan bahwa berbagai tujuan dari ambisi perlu diletakkan ke dalam pengaturan keputusan, sehingga berbagai tujuan ambisi itu menjadi keputusan-keputusan kecil. Hal ini bertujuan mengalihkan diri dari distraksi dan menjadi lebih fokus terhadap tujuan dari ambisi. Selain itu, managable decision ini juga membantu menciptakan peluang pencapaian untuk memeroleh hasil yang diinginkan.
Menurut Stephen, keberhasilan dari ambisinya untuk membaca 50 buku, bukan karena jumlahnya yang banyak, bukan karena harus membaca satu buku, satu paragraf atau satu kalimat. Namun, dari tujuan ambisinya membaca buku, ia memutuskan membaca satu kata, kemudian menjadi dua kata, tiga kata, sampai 50 buku.
Dua cara ini yang ditekankan Stephen, sehingga tujuan dari ambisi dapat terwujud. Maka, berdasarkan pemaparan tentang ambisi dan cara meraih tujuan dari ambisi, rasanya hal ini juga perlu diterapkan pada aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) agar aktivitasnya tidak berjalan begitu saja tanpa adanya dampak baik bagi penerima dan pengelolanya. Berbicara mengenai tujuan dari ambisi CSR, pastilah salah satu tujuan dari ambisi itu ialah mewujudkan perubahan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi sosial dan lingkungan. Dengan demikian, diperlukan suatu cara untuk mewujudkan tujuan dari ambisi CSR.
Mengukur ketercapaian aktivitas CSR melalui Kanban
Hal penting dari mewujudkan tujuan dari ambisi CSR ialah memastikan aktivitas CSR terimplementasikan dengan baik. Dalam hal ini, diperlukan suatu alat manajemen yang mampu memperlihatkan progress dari aktivitas CSR, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pencapaian yang dihasilkan.
Salah satu instrumen yang biasanya digunakan dalam manajemen yaitu Kanban. Kanban dalam bahasa Jepang berarti papan visual, yang berfungsi mempermudah tim pengelola aktivitas CSR dalam mengomunikasikan aktivitas CSR yang harus dikerjakan, waktu pengerjaannya dan hasil yang ingin dicapai, sehingga aktivitas CSR tersebut dapat terimplementasikan dengan baik dan sesuai target.
Dalam metode Kanban terdapat setidaknya 4 elemen dasar yang harus dipenuhi, di antaranya idea (draft ide), to-do (yang harus dikerjakan), in-progress (sedang dikerjakan) dan done (sudah dikerjakan). Dengan adanya 4 elemen dasar ini menjadikan pekerjaan pada aktivitas CSR menjadi lebih terarah.
Banyak manfaat yang diperoleh dari penerapan motode Kanban dalam implementasi aktivitas CSR, di antaranya ialah melakukan pekerjaan aktivitas CSR berdasarkan prioritas, pekerjaan yang dilakukan dapat terpantau oleh tim pengelola aktivitas CSR, manajemen pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien, mempermudah tim pengelola CSR saling memberikan feedback sehingga permasalahan dalam implementasi aktivitas CSR dapat terselesaikan dan komunikasi serta koordinasi pelaksaan aktivitas CSR menjadi lebih mudah.
Dampak Sosial Indonesia, selaku konsultan CSR menerapkan metode Kanban ini untuk mewujudkan tujuan dari ambisi aktivitas CSR, sehingga penerima manfaat dapat merasakan dampal baik CSR. Selain itu, untuk memperkuat komitmen tim dalam mengimplementasi aktivitas CSR yang dikelola dan dikerjakan. Metode Kanban ini juga bisa diterapkan melalui papan khusus atau aplikasi seperti Trello, Jira, Asana, Coda dan lainnya.
Source:
Stephen D. 2017. How to Achieve Your Ambition Goals. TEDxTucson. http://youtu.be/TQMbvJNRpLE [Diunduh pada 24 Juli 2020]
Max Rehkoph. What it is a Kanban Board. https://www.atlassian.com/agile/kanban/boards [Diunduh pada 24 Juli 2020]