Belajar dari Kesalahan Nokia dan Blackberry

Belajar dari Kesalahan Nokia dan Blackberry

Belajar dari Kesalahan Nokia dan Blackberry 935 701 Dampak Sosial

Hampir dipastikan, generasi boomer dan milenial tidak akan asing dengan brand Nokia dan Blackberry.  Nokia pernah menjadi perusahaan jawara untuk penjualan ponsel hampir di seluruh dunia bahkan nyaris tanpa pesaing. Begitu pula Blackberry, bermodal branding khasnya bernama Blackberry Messenger (BBM) menjadikan ponsel ini diandalkan oleh publik untuk berkomunikasi secara cepat dan efisien.  Namun kabarnya selama sedekade terakhir, kedua brand ini harus mundur perlahan dari pasar global disebabkan oleh mewabahnya brand-brand lain yang lebih modern dan praktis.

 

Pentingnya Inovasi yang Dibutuhkan Pelanggan

Didirikan sejak tahun 1865, Nokia memang pernah menjadi raksasa pada pemasaran ponsel, akan tetapi karena perkembangan teknologi diberbagai bidang justru menjadi tantangan besar untuknya sehingga mengalami penurunan minat pada sedekade terakhir. Walaupun banyak riset yang telah dilakukan, sayangnya permintaan pasar tidak begitu cocok dengan inovasi yang Nokia berikan.

Nasib yang sama bisa dibilang juga dialami oleh brand asal Kanada, Blackberry. Pasalnya, brand tersebut diklaim terlalu fokus pada fitur pengembangan produk tanpa memprioritaskan kebutuhan pengguna pada masanya. Karena tidak dapat dipungkiri, kini teknologi yang memenuhi kebutuhan sehari-hari pengguna lebih diutamakan dibanding reputasi brand itu sendiri.

Memang, branding yang baik menjadi salah satu pertimbangan pengguna untuk memilih produk, namun inovasi untuk memenuhi kebutuhan pengguna akan selalu mengalahkan brand yang dirasa statis dan monoton. Dengan mundurnya pasar kepada dua brand tersebut membuktikan bahwa sebesar apapun perusahaan dapat mengalami penurunan minat jika pengembangannya kurang tepat  sasaran.

 

Upaya Untuk Mempertahankan Pelanggan

Tentunya tidak ada siapapun yang ingin mengalami hal buruk seperti dua perusahaan raksasa tersebut. Banyak perusahaan besar hanya berfokus pada persaingan dengan kompetitornya, namun tidak memikirkan tujuan utama sebuah bisnis yaitu pelanggan.

Mengutip dari idcloudhost.com, untuk mempertahankan kepuasan dan loyalitas pelanggan, dapat dilakukan beberapa cara sebagai berikut;

  1. Berikan Perhatian Khusus

Hal yang sering dilakukan oleh perusahaan hanyalah tentang penawaran dan branding. Bagaimana penawaran itu dapat menarik para pelanggan, namun tidak memerhatikan kebutuhan dan hal apa saja yang diinginkan pelanggan. Berikan perhatian khusus terhadap konsumen. Contohnya, tanyakan bagaimana keadaan pelanggan ataupun memberikan perhatian khusus sebelum dan sesudah melakukan transaksi.

  1. Ciptakan Hubungan Saling Menguntungkan Satu Sama Lain (Simbiosis Mutualisme)

Perusahaan sebagai produsen sebaiknya tidak hanya mementingan keuntungan sendiri, karena pelanggan sekarang sudah semakin cerdas dalam memilih produk. Ada baiknya untuk menjalin hubungan baik dengan pelanggan, salah satunya dengan memberikan keuntungan satu sama lain.

  1. Lakukan follow up Pasca Penjualan

Catat kembali siapa saja konsumen anda dan follow up konsumen tersebut, bukan hanya mencari pelanggan yang baru saja.

  1. Program CSR Sebagai Strategi Marketing

Untuk mempertahankan brand dan loyalitas pelanggan, perusahaan juga bisa membuat program sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR). CSR merupakan sebuah konsep dan tindakan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan sebagai rasa tanggung jawabnya terhadap sosial dan lingkungan sekitar dimana perusahaan tersebut berada atau bahkan mencakup masyarat luas.

Dengan menggelar kegiatan CSR yang berkelanjutan, maka kemungkinan terburuk yang dapat menyebabkan atensi negatif baik dari pelanggan, masyarakat sekitar, stakeholder, maupun pemerintah sebagai regulator dapat diminimalisir bahkan dihindari. Maka dari itu, Dampak Sosial Indonesia hadir menawarkan solusi untuk perusahaan atau industri yang ingin tidak hanya memikirkan persaingan, namun juga memikirkan kebermanfaatan bisnisnya bagi pelanggan maupun masyarakat secara luas.

 

Source:

https://idcloudhost.com/cara-mempertahankan-kepuasan-dan-loyalitas-pelanggan/amp/ [Diakses pada 20 Juli 2020]

https://lifepal.co.id/media/csr/amp/ [Diakses pada 19 Juli 2020]