Fenomena Bekal Buat Suami
“Buat Bekal untuk Suami” pernah menjadi sebuah thread yang laris di twitter. Thread ini berisi tentang perjalanan seorang isteri dalam membuatkan bekal untuk suami, selama New Normal, dikarenakan jadwal kerja yang menjadikan suami tidak pulang ke rumah ketika jam istirahat siang. Penulis theard, tidak hanya membagikan kisahnya, tetapi juga varian menu bekal dan tips membuat bekal.
Lalu, kenapa seorang isteri perlu repot-repot membuat bekal untuk suami?
Berdasarkan dari Dr. Gary Chapman, dalam memperkuat hubungan antar pasangan, terdapat bahasa cinta yang menjadi definisi cinta dari pasangan itu sendiri. Setiap pasangan perlu mengetahui bahasa cinta sebagai ungkapan dan tindakan cintanya, agar rasa saling mencintai itu ada. Adapun 5 bahasa cinta ala Chapman sebagai berikut:
Words of Affirmation
Tipe ini merupakan bahasa cinta melalui ekspresi verbal. Menurut Chapman, seseorang yang memiliki bahasa cinta “words of affirmation” akan mengungkapkan “aku mencintaimu”, “terima kasih sayang” atau “aku merindukanmu”. Tentu, ini tidak hanya berlaku pada lisan, melainkan juga pada tulisan.
Quality Time
Mengungkapkan rasa cinta juga bisa dengan menyiapkan waktu yang berkualitas dengan pasangan. Quality time bisa dilakukan dengan deep-talk, menonton film bersama atau makan di restoran favoritre. Jenis bahasa cinta ini bertujuan memberikan perhatian sepenuh hati tanpa mengalami distraksi, seperti notifikasi gadget, games atau lainnya.
Receiving Gifts
Pemberian hadiah juga bisa menjadi bahasa cinta pasangan. Namun, dalam pemberian hadiah bukan berapa harga dan nilai materi dari hadiah yang menjadi ekspresi cinta, melainkan makna dan perhatian tulus dalam melakukannya. Alhasil, pasangan merasa diperhatikan dan dicintai dengan aksi ini.
Acts of Service
Bahasa cinta ini menitikberatkan ungakapan cinta dengan kesiapan melayani. Misal, pasangan membantu dalam membuat sarapan, menyapu rumah, memberikan feedback ketika diskusi dan sejenisnya. Dengan adanya acts of service, pasangan merasa dibantu untuk meringankan bebas dan tanggung jawabnya, serta membantu menjadikan hidup pasangan lebih nyaman.
Physical Touch
Adanya sentuhan secara fisik dapat membuktikan rasa cinta kepada pasangan, bisa melalui bergandengan tangan dan pelukan. Bahasa cinta ini merupakan tindakan sederhana dalam menunjukkan perhatian dan kasih sayang.
Pemaparan singkat mengenai teori Chapman menunjukkan alasan di balik kegiatan isteri membuat bekal untuk suami. Adanya kegiatan membuat bekal menjadi sarana mewujudkan perhatian dan sayang isteri kepada suami, melalui acts of service dengan membantu menyemangati suami dalam melaksanakan tanggung jawabnya (re:bekerja) dan receiving gifts dengan memberikan kejutan dari menu bekal yang berbeda-beda.
Dalam berkehidupan, pastinya bahasa cinta tidak hanya digunakan untuk pasangan, tetapi bisa untuk anak, sahabat dan lingkungan sosial. Jika menelusuri sejarah, ternyata kegiatan pembuatan bekal ini dapat memberikan dampak yang besar.
Sejarah Perbekalan yang Memberikan Dampak Besar
Kegiatan membuat bekal telah lama dilakukan oleh penduduk dunia. Dilansir dari tirto.id, pada abad 5, masyarakat Jepang yang berprofesi sebagai pemburu, petani hingga tentara, terbiasa membawa bekal berupa bola-bola nasi (onigiri) dan air minum. Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan di India dan dikenal dengan dabbawala, yang diartikan sebagai orang yang mengumpulkan kotak nasi berisi makanan dan mengantarkannya ke kantor langganan.
Tidak hanya di Jepang dan India, kegiatan pembuatan bekal juga dilakukan di Indonesia. Ada cerita menarik, tentang bekal yang berdampak bagi sosial, tentu saja ini terjadi di Indonesia. Bermula dari dapur yang dibentuk oleh organisasi Wani (Wanita Indonesia), didirikan oleh Erna Djajadiningrat bersama rekannya yakni Suwarni Pronggidigdo dan Maria Ullfa. Dapur Wani menjadi saksi kegiatan perbekalan berkontribusi mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Ya, adanya Dapur Wani adalah sebagai tempat penyimpanan bahan makanan untuk keperluan pejuang kemerdekaan Indonesia.
Erna dan tim Dapur Wani mengolah bahan makanan, kemudian mengirimkannya ke tempat para berjuang berkumpul agar para pejuang mendapatkan makanan yang cukup. Tidak hanya satu satu bekal, sepuluh bekal, tetapi ratusan bekal makanan. Perjuangan Erna dan tim tidaklah mudah, seringkali tentara Belanda melakukan pemeriksaan dadakan terhadap Erna, bahkan menggeledah rumah Erna. Selain membantu kepentingan perjuangan, Dapur Wani juga membantu memenuhi kebutuhan makanan rakyat Indoensia yang kurang mampu.
Kontribusi Erna dan semangat bergeraknya dalam membantu rakyat Indonesia yang membutuhkan, menjadikannya sebagai seorang perempuan yang menerima Bintang Gerliya pertama, pada 5 Oktober 1949. Erna merupakan pahlawan Indonesia, berawal dari bekal makanan untuk para pejuang, ia mampu mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk merawat kemerdekaan Indonesia saat ini? Bekal apa lagi yang bisa berdampak besar bagi sosial Indonesia?
CSR sebagai Bekal Dampak Baik Bagi Sosial
Merawat kemerdekaan Indonesia dapat melalui implementasi sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dalam hal ini, tentu diperlukan banyak peran dari berbagai bidang, termasuk bidang industri dan pemerintahan. Adapun peran industri untuk menjaga tatanan kehidupan masyarakat yaitu dengan mengadakan corporate social responsibility (CSR), sehingga permasalahan dan ketidakadilan sosial dapat dicegah. Sementara, peran dari pemerintah yakni melalui program kerja dan pengadaan dana hibah.
CSR diyakini dapat menjadi bekal dalam memperbaiki keadaan sosial maupun ekonomi masyarakat, terlebih bagi masyarakt yang tidak memiliki kemampuan. CSR diharapkan menjadi bekal yang berkelanjutan yang dilakukan dan dikelola dengan sepenuh hati. Dalam proses perwujudan bekal yang berdampak baik dan memiliki manfaat yang besar, perlulah pengolah yang handal. Jika CSR menjadi bekal makanan yang siap disantap baik untuk memberikan perubahan sosial yang berkeadilan, sebagai upaya dalam merawat kemerdekaan, pastilah konsultan CSR dibutuhkan untuk mengolah dan mengelola bekal tersebut.
Maka dari itu, Dampak Sosial Indonesia sebagai Konsultan CSR hadir untuk menjadikan CSR sebagai bekal terbaik dengan sepenuh hati, agar terwujudnya dampak baik dan berkelanjutan bagi sosial.
Source :
Chapman D. Gary. 2004. The Five Love Languages: The Secret to Love That Lasts. Chicago (US) : Northfield Publishing.
Tirto.id. 2017. Tren Membawa Bekal dari Rumah. https://tirto.id/tren-membawa-bekal-dari-rumah-cmwk [Dinduh pada 13 Juli 2020]
Historia.id. Perempuan Pertama Penerima Bintang Gerilya. https://historia.id/militer/articles/perempuan-pertama-penerima-bintang-gerilya-vZ5WZ [Dinduh pada 13 Juli 2020]
Food.detik.com. 2020. Erna Djajadiningrat, Wanita di Balik Bekal Makan Para Pejuang Kemerdekaan. https://food.detik.com/info-kuliner/d-5075975/erna-djajadiningrat-wanita-di-balik-bekal-makan-para-pejuang-kemerdekaan/3 [Dinduh pada 13 Juli 2020]