Peningkatan Leadership Skills Melalui Asrama: Program Mahasiswa Cerdas

Peningkatan Leadership Skills Melalui Asrama: Program Mahasiswa Cerdas

Peningkatan Leadership Skills Melalui Asrama: Program Mahasiswa Cerdas 924 616 Dampak Sosial

Leadership Skills Ala Hogwarts-HarryPotter

Ada sebuah tulisan menarik dari Ryan Fryzky yang mengulas tentang asrama di serial Harry Potter. Tentu, karya masterpiece ini mustahil tidak diketahui banyak orang. Ryan menulis tentang perbedaan karakteristik penghuni asrama di Hogwarts. Pertama, Griffyndor, asrama ini berisikan orang-orang yang memiliki karakteristik berani, kesatria dan tekad yang kuat. Slytherin, orang-orang yang menghuni asrama ini berkarakter strategis, fleksibel, cerdik dan berambisi. Sementara itu, Ravenclaw, dihuni oleh orang-orang yang memiliki kecerdasan, mau belajar dan kebijaksanaan. Terakhir, Hufflepuff, asarama ini penuh dengan karakter dedikasi tinggi, kerja keras, sabar, setia dan fairplay.

Namun, apa kaitannya asrama dengan leadership skills?

Dari karakter setiap asrama di Harry Potter, diketahui bahwa karakter ini ada pada sosok pemimpin. Melalui asrama, karakter ini ditingkatkan dan tentu ini menjadi salah satu modal peningkatan leadership skills. Apabila ditinjau dari klasifikasi leadership skills Mumford et.all, karakter pada asrama Griffyndor dapat mewakili business skills, yaitu kemampuan pengorganisasian dan berani mengambil risiko. Slytherin mewakili strategic skills, Ravenclaw mewakili cognitive skills dan Hufflepuff mewakili interpersonal skills. Asrama menjadi elemen penting dalam pembentukan karakter dan penanaman values.

Program Mahasiswa Cerdas : Pengembangan Karakter Mahasiswa Melalui Asrama di Indonesia

Pembentukan karakter melalui asrama tidak hanya berada di Harry Potter saja, melainkan terdapat pula di Indonesia, seperti Program Mahasiswa Cerdas (PMC). Dampak Sosial Indonesia (DSI), sebagai konsultan CSR, merancang dan mengelola PMC sebagai program pemberdayaan mahasiswa dhuafaa’ yang berasal dari zakat yang disalurkan oleh BAZNAS BAZIS DKI Jakarta. Program ini berfokus pada pengembangan karakter, sehingga mahasiswa penerima PMC tidak hanya mendapatkan beasiswa semata. Layaknya Hogwarts, asrama menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan karakter mahasiswa yang menerima program PMC. Asrama diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memiliki karakter yang tercermin pada 5 values yaitu CERDAS (Cendekia, Empati, Religius, Disiplin, Aktif dan Swadaya).

5 values yang ditanamkan kepada mahasiswa PMC  juga dapat menjadi gambaran dari teori leadership skills Mumford et.all. Values cendikia dan disiplin dari cognitive skills, values empati, aktif dan religius sebagai interpretasi dari interpersonal skills, value swadaya sebagai interpretasi dari business skills dan strategic skills. Dalam berkehidupan di asrama, mahasiswa PMC juga mendapatkan pembinaan setiap pagi dan ditemani oleh pendamping asrama. Pastilah, pada proses pembentukan karakter dan penanaman values, ada peningkatan leadership skills pada mahasiswa PMC. Namun, bagaimana dengan pendamping asrama?

Peningkatan Leadership Skills : Sudut Pandang Pendamping Asrama

Menurut salah satu pendamping asrama, yaitu dari asrama UI-PNJ Putri, hidup bersama mahasiswi PMC selama sebulan, sebelum adanya Covid-19 dan diberlakukannya Pembinaan Jarak Jauh (PJJ), terdapat peningkatan leadership skills dengan landasan teori dari Mumford et.all.

Peningkatan leadership skills pada kelompok cognitives skills tergambar dari meningkatnya kemampuan berbicara, aktif dalam mendengarkan dan membaca secara komprehensif. Hal ini dipacu karena adanya pembinaan setiap pagi yang dilakukan oleh pendamping. Selain itu, berpikir kreatif juga terasah yang terlihat dari upaya untuk meningkatkan pembinaan yang lebih baik agar materi pembinaan dapat menambah wawasan dan memperluas mindset mahasiswi PMC.

Business skills juga mengalami peningkatan dengan adanya upaya dalam manajemen sumber daya manusia yang terlihat dari upaya pemetaan potensi mahasiswi PMC dan menjadi teman yang dapat memberikan masukan ketika berdiskusi. Kemudian, kemampuan untuk mengatur sumber keuangan menjadi terasah dikarenakan kewajiban pendamping untuk mengatur keuangan operasional asrama kemudian melakukan pencatatan serta pengelolaan keuangan untuk pembinaan PMC.

Dua skills lain yang meningkat yaitu interpersonal skills dan strategic skills. Menjadi pendamping asrama tentulah menjalankan koordinasi kepada mahasiswi PMC, melalui organisasi asrama, penetapan peraturan asrama, materi pembinaan dan lain-lain. Tidak hanya koordinasi, tetapi juga terdapat di dalamnya negosiasi dan komunikasi persuasif. Hal ini menjadi wadah untuk mengasah interpersonal skills. Selanjutnya, kehidupan menjadi pendamping asrama juga mengasah strategic skills yang terlihat dari upaya membuat sistem pembinaan yang bermanfaat bagi mahasiswi PMC, terkhusus saat pembinaan jarak jauh. Kemudian adanya sistem evaluasi pembinaan yang dilakukan, termasuk achievement planning per bulan yang dibuat pendamping asrama dan mahasiswi PMC. Selain itu, kemampuan mengidentifikasi masalah dan memberikan solusi juga meningkat.

Kehidupan asrama memberikan mindset untuk terus bertumbuh menjadi lebih baik dan menumbuhkan kebaikan lainnya. Tidak hanya leadership skills yang meningkat, adanya values CERDAS yang diterapkan oleh mahasiswi PMC secara alamiah diterapkan pula oleh pendamping asrama. Values CERDAS pun diharapkan tidak hanya diimplementasikan hanya di asrama saja, tetapi juga di lingkungan sekitar sehingga CERDAS benar-benar menjadi karakter mahasiswi PMC di mana pun berada.

Peningkatan leadership skills ini dapat terwujud dikarenakan adanya upaya perencanaan dari Dampak Sosial Indonesia (DSI) selaku konsultan CSR.

Konsultan CSR Guna Memberikan Dampak Baik pada Program

DSI, sebagai konsultan CSR, selalu berupaya agar program yang didesain dan dikelola, tidak hanya berjalan begitu saja. Dampak baik dari penyaluran dana zakat atau CSR, diusahakan untuk diwujudkan, seperti peningkatan leadership skills melalui pembentukan karakter dan penanaman values CERDAS kepada penerima PMC, termasuk dalam hal ini pendamping asrama, selaku kakak asuh yang membersamai mahasiswa PMC. Pendamping asrama juga difasilitasi pembekalan dan materi tentang human development pada monthly meeting. Sementara, weekly meeting diadakan sebagai sarana mengetahui progress dan growth pendamping asrama, serta mahasiswa penerima PMC.

Tentulah dalam pengembangan manusia yang dilihat tidak hanya kuantitas, melainkan kualitas. Dan tentu pengembangan secara kualitas merupakan investasi jangka panjang. Mengutip ucapan dari Sean Patrick Flanery; “do something today that your future self will thank you.”

 

 

Source:

Mumford, M. Campion, F. Morgeson. 2007. The leadership skills strataplex: Leadership skill requirements across organizational levels. The Leadership Quarterly. 154 – 166.

Ryan Fryzky. 2020. Asrama Mana Kamu?. https://menjadiminimalis.com [Diunduh pada 9 Juli 2020]