Apa itu sustainability report?
Pengungkapan laporan keberlanjutan (sustainability report) telah menjadi penting selama bertahun-tahun dan sekarang dianggap sebagai salah satu hal yang paling penting bagi setiap perusahaan. Laporan keberlanjutan telah muncul sebagai sarana bagi bisnis untuk mengkomunikasikan kinerja organisasi mereka dalam hal faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan kepada semua pemangku kepentingan. Akibatnya, banyak organisasi mulai beralih dari metode tradisional yang hanya mengungkapkan aspek keuangan ke metode yang lebih baru untuk mengungkapkan semua aspek kepada pemangku kepentingan, termasuk keuangan dan non-keuangan (dimensi sosial dan lingkungan).
Terdapat berbagai definisi untuk sustainability report, tetapi menurut Elkington, seorang tokoh yang memperkenalkan prinsip sustainability (the triple bottom line), sustainability report adalah laporan yang tidak hanya berisi informasi kinerja keuangan, tetapi juga informasi non-keuangan, seperti informasi tentang kegiatan sosial dan lingkungan yang memungkinkan perusahaan untuk tumbuh secara berkelanjutan (sustainable). Saat ini, peraturan pemerintah seperti Undang-Undang Perseroan Terbatas (PT) nomor 40 tahun 2007 memberikan dukungan terhadap implementasi laporan keberlanjutan di Indonesia. Agar pelaporan tindakan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dilaporkan melalui laporan keberlanjutan lebih efektif, kriteria harus ditetapkan. Global Reporting Initiative (GRI) merupakan salah satu pedoman yang dapat diikuti.
Bagaimana cara membuat sustainability report?
Dalam hal merancang sustainability report, tidak ada strategi satu ukuran untuk semua. Beberapa organisasi (menengah-besar) memilih untuk menyiapkan laporan keberlanjutan yang juga berlisensi khusus seperti dari GRI atau standar lainnya, yang lain lebih memilih untuk membuat laporan keberlanjutan gaya bebas yang tidak berlisensi khusus. Bagaimanapun, berikut ini adalah hal-hal disertakan dalam laporan keberlanjutan:
- Pernyataan CEO yang secara singkat memperkenalkan visi dan pendorong di balik sustainability report;
- Presentasi struktur tata kelola organisasi dan model bisnis;
- Konteks keberlanjutan, yaitu jenis analisis SWOT yang menjelaskan apa yang terjadi di tingkat pasar dan industri;
- Analisis SWOT, penilaian dampak dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dampak negatif utama organisasi dan risiko bisnis (di mana indikator untuk mengukur kemajuan juga diidentifikasi);
- Identifikasi pemangku kepentingan utama organisasi dan masalah yang paling mengkhawatirkan mereka;
- Analisis materialitas di mana kekhawatiran utama organisasi dan pemangku kepentingan diidentifikasi sebagai prioritas;
- Tinjauan kinerja dari waktu ke waktu di mana kemajuan dari waktu ke waktu dibagikan – melalui indikator dan metrik utama
- Beberapa cerita dan gambar menarik tentang bagaimana strategi keberlanjutan membuat karyawan lebih termotivasi untuk bekerja, investor lebih bersedia untuk berinvestasi atau LSM berkolaborasi dalam proyek strategis;
Pengungkapan sustainability report memiliki banyak keunggulan bagi suatu lembaga atau organisasi, mari kita bahas pada artikel selanjutnya!
Sumber
https://media.neliti.com/media/publications/79453-ID-pengungkapan-sustainability-report-dan-k.pdf
Elkington, J. (1997). Cannibals with Forks: The Triple Bottom Line of 21st Century. Business Oxford: Capstone Publishing Ltd.
https://unsplash.com/photos/mcSDtbWXUZU
Profil Singkat Penulis
Mogi Bian Darmawan, sedang menempuh studi magister pada jurusan Sustainability Management di Universitas Gadjah Mada dan University of Agder (Norwegia). Saya telah terlibat dalam sustainability project di beberapa industri, mulai dari pertanian, ritel, dan NGO selama lebih dari 5 tahun. Mogi memiliki minat yang kuat pada pertanian berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Berikut adalah beberapa keahlian utamanya: Implementasi CSR, Pertanian Berkelanjutan, Manajemen Proyek, Design Thinking, Training & People Development