Program Fasilitator Dampak Sosial Jadi Wadah Belajar Baru Bagi Pemuda

Pengaruh COVID-19 terhadap pertumbuhan kualitas sumber daya manusia (capacity building) semakin meningkat seiring dengan perubahan paradigma baru. Dengan adanya dalih banyaknya waktu senggang di rumah saja, para aktivator organisasi menciptakan kegiatan-kegiatan daring, seperti training, kelas peningkatan kompetensi, dan webinar. Kunci kegiatan terletak pada respon partisipan. Fasilitasi masih diyakini menjadi metode yang efektif bagi organisasi untuk…

Details

Core Competencies Sebagai Topik Pembuka Pelatihan FDS

Sabtu, 16 Oktober 2021 merupakan pekan pertama dari Pelatihan Fasilitator Dampak Sosial (FDS). FDS adalah adalah program peningkatan kapasitas individu untuk menjadi fasilitator perubahan di lingkungannya. Tujuan dari program ini adalah mempersiapkan 600 individu untuk menjadi pendamping organisasi sosial, kegiatan masyarakat, maupun inisiatif sosial lainnya. Peserta FDS tidak harus perwakilan organisasi/komunitas, namun memiliki ketertarikan untuk…

Details

Pembangunan Program CSR Berbasis SIA

Pembangunan Program CSR berbasis SIA? Proses pengelolaan adaptif dan dari kebijakan program, rencana, dan proyek perlu diinformasikan sebelum dilakukan SIA (Social Impact Assessment). Pada dasarnya, SIA merupakan proses menganalisis, memantau, dan mengelola konsekuensi-konsekuensi sosial dari sebuah pembangunan. Konsekuensi ini termasuk dari apa yang diharapkan dan tidak diharapkan, baik positif maupun negatif yang berasal dari pembangunan…

Details

3 Metode Jitu Mencapai Keberhasilan Pemetaan Sosial

Implementasi pengembangan program CSR dapat bermacam-macam. Namun dalam tahap asesmen, perusahaan perlu menggunakan metode dan teknik pemetaan sosial dengan tepat. Terdapat tiga jenis metode dan teknik pemetaan sosial yang dikemukakan oleh LCC, (1977), Suharto (1997), dan World Bank (2002), berupa survey formal, pemantauan cepat (rapid appraisal) dan metode partisipatoris (participatory method). Survey Formal Metode survey…

Details

Optimalisasi Desa Wisata dengan Participatory Rural Appraisal (PRA)

Partisipasi masih menjadi metode yang efektif untuk mempercepat pertumbuhan desa wisata. PRA (Participatory Rural Appraisal) menekankan konsep pembelajaran yang fleksibel dalam praktiknya, di mana nilai penting dari observasi-partisipasi diharapkan mampu mengetahui perbedaan cara pandang etik dan emis, serta validitas pengetahuan lokal melalui pendekatan tertentu (Chambers, 1994:955). Metode PRA merupakan sekumpulan pendekatan dan metode yang dapat…

Details

Dampak Sosial Berkolaborasi Dalam Program Cybersecurity Training

Dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2021, diketahui bahwa jumlah angkatan kerja Indonesia bertambah 1,15 persen atau 1,59 juta orang, dan mencapai 139,81 juta orang dibandingkan Agustus 2020. Jumlah penduduk yang bekerja pada Februari sekitar 2,23 juta orang (1,67 persen) berkurang jika dibandingkan dengan Februari 2020. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) alami penurunan sebesar…

Details

Implementasi Program CSR Proyek Ekowisata

Implementasi program CSR pada proyek ekowisata pada Indonesia memiliki potensi yang cukup besar. Pada tahun 2017, World Economic Forum menyatakan bahwa Indonesia menempati urutan ke-14 tentang Potensi Natural Resources. Indonesia memiliki berbagai macam keunikan alam yang berpotensi cukup baik untuk pengembangan pariwisata jenis ekowisata.  Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai konsep dan urgensi ekowisata yang…

Details

Berbekal Kompetensi Kerja Bersama Professional Development Workshop Sub Batch 2

Infradigital Foundation dan Dampak Sosial Indonesia melanjutkan aksinya dalam memberdayakan siswa SMK kelas 12 dan lulusan SMK untuk siap memasuki dunia kerja. Pasar kerja formal yang biasanya didominasi oleh lulusan SMK/SMU sedang tidak kondusif di era pandemi COVID-19. Situasi ini berujung pada perluasan kesempatan kerja di sektor informal atau berwirausaha. Beberapa diantaranya yang berkeahlian teknis…

Details

Ekowisata Sebagai Konsep Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

Organisasi konservasi sejak tahun 1970-an menyatakan bahwa ekowisata dianggap sejenis usaha berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar kawasan konservasi. Pemaparan ini ditingkatkan dengan kehadiran industri pariwisata yang ditujukan untuk meningkatkan dan menambah sarana prasarana pendukung, serta mendorong integrasi akses dari, ke, dan antar daerah, tanpa merusak alam. Ekowisata…

Details

Urgensi Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Masa Pandemi

Pembangunan berkelanjutan yang diusung oleh Fauzi (2004), ditujukan untuk memenuhi tiga alasan utama: Moral generasi untuk memperhatikan ketersediaan sumber daya alam bagi generasi mendatang. Pemanfaatan ekologi yang semestinya agar tidak mengancam sumber daya alam dan lingkungan. Ekonomi keberlanjutan yang tidak membatasi standar kesejahteraan antar generasi di masa yang akan datang (intergenerational welfare maximization). Pernyataan ini…

Details